Riset: 1 dari 5 Karyawan Tertipu Email Phising, Begini Cara Mencegahnya!
Jum'at, 15 Juli 2022 - 11:05 WIB
loading...
Kaspersky mengungkap banyak sekali email phishing yang menipu karyawan. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Data simulasi phishing Kaspersky Security Awareness Platform menunjukkan bahwa karyawan cenderung tidak menyadari bahaya laten dari email phising. Dari hasil riset, terbukti 1 dari 5 karyawan (16-18%) masih mengklik template email yang meniru serangan phishing.
Berdasarkan perkiraan, dari seluruh serangan siber yang ada, 91% dimulai dengan email phishing, dan dari seluruh kebocoran data 32% disebabkan oleh penggunaan teknik phishing yang tepat.
Untuk memberi insight lebih dalam dari ancaman ini, Kaspersky menganalisa data yang dikumpulkan dari simulator phishing dalam Kaspersky Security Awareness Platform. Software itu membantu perusahaan mengecek apakah karyawan mereka bisa membedakan email asli dengan email phishing tanpa membahayakan data perusahaan.
Administrator perusahaan memilih dari daftar template yang ada, meniru skenario umum phishing, atau membuat template baru, lalu mengirim email itu ke sekelompok karyawan tanpa peringatan simulasi lalu melihat hasilnya.
Sejumlah besar karyawan ternyata mengklik email phishing dan ini menjadi indikasi bahwa perusahaan memerlukan pelatihan keamanan siber tambahan untuk karyawan.
Berdasarkan perkiraan, dari seluruh serangan siber yang ada, 91% dimulai dengan email phishing, dan dari seluruh kebocoran data 32% disebabkan oleh penggunaan teknik phishing yang tepat.
Untuk memberi insight lebih dalam dari ancaman ini, Kaspersky menganalisa data yang dikumpulkan dari simulator phishing dalam Kaspersky Security Awareness Platform. Software itu membantu perusahaan mengecek apakah karyawan mereka bisa membedakan email asli dengan email phishing tanpa membahayakan data perusahaan.
Administrator perusahaan memilih dari daftar template yang ada, meniru skenario umum phishing, atau membuat template baru, lalu mengirim email itu ke sekelompok karyawan tanpa peringatan simulasi lalu melihat hasilnya.
Sejumlah besar karyawan ternyata mengklik email phishing dan ini menjadi indikasi bahwa perusahaan memerlukan pelatihan keamanan siber tambahan untuk karyawan.
Lihat Juga :