Tayang di Bioskop, Film Pendek Seperti Sediakala Direkam dengan Galaxy S22 Ultra 5G
Senin, 13 Juni 2022 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Andi, fitur-fitur Galaxy S22 Ultra 5G disebutnya cukup untuk menghasilkan karya film profesional yang juga dibintangi aktris profesional. ”Bahkan, filmnya banyak direkam di kondisi low light alias minim cahaya untuk membuktikan fitur Nightography,” ujarnya.
Co-Founder Serangkai Films dan sutradara Seperti Sediakala Anggita Puri mengaku berupaya menghasilkan karya yang lebih unik dan beda dengan Galaxy S22 Ultra 5G. Terutama, memanfaatkan bentuknya yang compact, ringan, dan fleksibel. ”Kami bisa explore banyak angle dan pengambilan scene selama proses shooting, jadi lebih leluasa untuk mengeksplorasi kreativitas,” ujarnya.
Menurut Anggita, timnya sengaja mengutilisasi kemampuan Nightography untuk mendapatkan kebutuhan ”treatment visual” tertentu di kondisi low light. Selain itu, ia juga memanfaatkan fitur Cinematic Camera Movement untuk bikin video lebih smooth saat moving scene. ”Adapun Pro Mode digunakan untuk menyesuaikan mood di scene tertentu,” bebernya.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyebut bagaimana creator saat ini memiliki keterbukaan dalam proses pembuatan film.
”Sekarang bukan hal aneh membuat film lewat smartphone. Saya pernah melakukannya lewat Konfabulasi, tahun lalu. Bagi saya teknologi ponsel sekarang sudah punya segala fitur dan kemampuan yang bisa membantu menghasilkan video dengan kualitas profesional. Jadi, tergantung bagaimana kita filmmaker bisa memaksimalkan dan menempatkan smartphone tersebut mulai dari pemilihan angle sampai penentuan mode kamera, untuk bercerita,” ujar Angga.
Co-Founder Serangkai Films dan sutradara Seperti Sediakala Anggita Puri mengaku berupaya menghasilkan karya yang lebih unik dan beda dengan Galaxy S22 Ultra 5G. Terutama, memanfaatkan bentuknya yang compact, ringan, dan fleksibel. ”Kami bisa explore banyak angle dan pengambilan scene selama proses shooting, jadi lebih leluasa untuk mengeksplorasi kreativitas,” ujarnya.
Menurut Anggita, timnya sengaja mengutilisasi kemampuan Nightography untuk mendapatkan kebutuhan ”treatment visual” tertentu di kondisi low light. Selain itu, ia juga memanfaatkan fitur Cinematic Camera Movement untuk bikin video lebih smooth saat moving scene. ”Adapun Pro Mode digunakan untuk menyesuaikan mood di scene tertentu,” bebernya.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyebut bagaimana creator saat ini memiliki keterbukaan dalam proses pembuatan film.
”Sekarang bukan hal aneh membuat film lewat smartphone. Saya pernah melakukannya lewat Konfabulasi, tahun lalu. Bagi saya teknologi ponsel sekarang sudah punya segala fitur dan kemampuan yang bisa membantu menghasilkan video dengan kualitas profesional. Jadi, tergantung bagaimana kita filmmaker bisa memaksimalkan dan menempatkan smartphone tersebut mulai dari pemilihan angle sampai penentuan mode kamera, untuk bercerita,” ujar Angga.
Lihat Juga :