Didukung Perkembangan Teknologi, BSKAP Dorong Penerapan Program Inovasi
Selasa, 07 Juni 2022 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Kurikulum Merdeka Belajar sendiri bertujuan untuk mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Terdapat tiga karakteristik utama dari kurikulum ini, yakni menjadi lebih sederhana dan fokus pada materi esensial, fleksibilitas, serta pembelajaran berbasis project guna pengembangan soft skills dan karakter.
Hasil studi Kemendikbudristek pun menunjukkan proyek mitigasi learning loss dengan kurikulum yang lebih sederhana menghasilkan capaian belajar yang optimal dan berpotensi. Untuk literasi dan numerasi hanya membutuhkan waktu empat bulan agar semangat belajar kembali bangkit dan sistem pembelajaran lebih efisien serta terintegrasi.
Beberapa perwakilan tenaga pendidik dari sejumlah wilayah Indonesia, seperti Kalimantan Utara, Jawa Timur, NTB, dan NTT turut memaparkan persiapannya terhadap kurikulum Merdeka Belajar. Masing-masing institusi pendidikan memiliki program pembelajaran inspiratif tersendiri antara lain adalah program literasi , formative assessment, hingga sosialisasi dengan orang tua siswa.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Subandi juga turut mengungkapkan tantangan utama dunia pendidikan. Tantangan yang dimaksud ialah bagaimana mengurangi kesenjangan antarwilayah dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Sebab itu, kurikulum Merdeka Belajar hadir sebagai salah satu solusi.
“Bank Dunia sudah memprediksi adanya learning loss sebagai dampak dari pandemi termasuk hasil kemampuan literasi siswa. Inilah yang harus kita perjuangkan melalui program Inovasi contoh-contoh baik dari tenaga pendidik dan lembaga pemerintahan,” tutur Subandi.
Hasil studi Kemendikbudristek pun menunjukkan proyek mitigasi learning loss dengan kurikulum yang lebih sederhana menghasilkan capaian belajar yang optimal dan berpotensi. Untuk literasi dan numerasi hanya membutuhkan waktu empat bulan agar semangat belajar kembali bangkit dan sistem pembelajaran lebih efisien serta terintegrasi.
Beberapa perwakilan tenaga pendidik dari sejumlah wilayah Indonesia, seperti Kalimantan Utara, Jawa Timur, NTB, dan NTT turut memaparkan persiapannya terhadap kurikulum Merdeka Belajar. Masing-masing institusi pendidikan memiliki program pembelajaran inspiratif tersendiri antara lain adalah program literasi , formative assessment, hingga sosialisasi dengan orang tua siswa.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Subandi juga turut mengungkapkan tantangan utama dunia pendidikan. Tantangan yang dimaksud ialah bagaimana mengurangi kesenjangan antarwilayah dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Sebab itu, kurikulum Merdeka Belajar hadir sebagai salah satu solusi.
“Bank Dunia sudah memprediksi adanya learning loss sebagai dampak dari pandemi termasuk hasil kemampuan literasi siswa. Inilah yang harus kita perjuangkan melalui program Inovasi contoh-contoh baik dari tenaga pendidik dan lembaga pemerintahan,” tutur Subandi.
(wbs)
Lihat Juga :