Profil Alan Turing Matematikawan Brilian yang Pecahkan Kode Enigma Jerman

Jum'at, 10 Juni 2022 - 08:48 WIB
loading...
A A A
Pada Juli 1942, Alan Turing mengembangkan teknik pemecahan kode yang rumit diberi nama 'Turingery'. Metode ini dimasukkan ke dalam pekerjaan oleh orang lain di Bletchley dalam memahami mesin cipher 'Lorenz'. Lorenz menyandikan pesan-pesan strategis Jerman yang sangat penting: kemampuan Bletchley untuk membaca ini berkontribusi besar pada upaya perang Sekutu.

Pada tahun 1952, Alan Turing ditangkap karena tindakan homoseksualitas, yang kemudian ilegal di Inggris. Dia dinyatakan bersalah atas 'ketidaksenonohan kotor' (hukuman ini dibatalkan pada tahun 2013). Sebagai pengganti untuk hukuman penjara dia menjalani kebiri kimia.

Pada tahun 1954, sekitar 16 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-42 dia ditemukan tewas karena keracunan sianida. Sebuah pemeriksaan menentukan kematiannya sebagai bunuh diri, tetapi telah dicatat bahwa bukti yang diperoleh menunjukkan keracunan yang tidak disengaja.

Warisan Alan Turing ini tidak sepenuhnya terungkap sampai lama setelah kematiannya. Diperkirakan bahwa upaya Turing dan rekan-rekan pemecah kodenya mempersingkat perang selama beberapa tahun. Yang pasti adalah mereka menyelamatkan banyak nyawa dan membantu menentukan arah dan hasil konflik.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gurita Perusahaan Teknologi...
Gurita Perusahaan Teknologi dan Kontraktor Militer Panen Triliunan di Perang Iran-Amerika, Siapa Saja?
Gelombang Boikot ChatGPT...
Gelombang Boikot ChatGPT Mengemuka Setelah Terima Kontrak dari Departemen Perang AS
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Rekomendasi
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Berita Terkini
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved