Gelombang Boikot ChatGPT Mengemuka Setelah Terima Kontrak dari Departemen Perang AS

Rabu, 04 Maret 2026 - 13:53 WIB
loading...
Gelombang Boikot ChatGPT...
CEO OpenAI Sam Altman kini menghadapi gelombang boikot massal di internet setelah perusahaannya sepakat memasok teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan militer Amerika Serikat. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Seharusnya, kecerdasan buatan (AI) model bahasa besar diciptakan untuk membantu manusia: menulis email, merangkum dokumen, atau sekadar jadi asisten virtual yang ramah.

Namun, memasuki awal Maret 2026, wajah ramah tersebut seketika luntur. Gelombang boikot bertajuk "Cancel ChatGPT" (Batalkan ChatGPT) meledak di internet setelah OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, secara terang-terangan menyerahkan teknologinya ke Departemen Perang Amerika Serikat.

Dalam perlombaan teknologi AI yang dibangun di atas tumpukan data curian dari internet, nyaris tidak ada pemain yang benar-benar bermoral. Namun, jika harus menunjuk satu entitas yang mencoba bermain bersih, nama itu adalah Anthropic (pembuat AI bernama Claude). Sayangnya, sikap lurus justru berbuah petaka.

Pekan ini, administrasi pemerintahan Trump secara paksa melarang penggunaan Anthropic di lembaga pemerintahan AS dan menetapkan mereka sebagai "risiko rantai pasokan".

Alasannya sederhana namun prinsipil: Anthropic memiliki prinsip yang tak bisa ditawar.

Mereka menolak AI buatan mereka digunakan untuk senjata otonom (robot pembunuh tanpa awak) dan menolak teknologi tersebut dipakai untuk pengawasan massal terhadap warga negara AS.

Peluang Emas Sam Altman di Tengah Konflik
Gelombang Boikot ChatGPT Mengemuka Setelah Terima Kontrak dari Departemen Perang AS

Ketika Anthropic ditendang karena memegang teguh etika, CEO OpenAI, Sam Altman, justru melihatnya sebagai peluang emas. Ia langsung turun tangan, menyelamatkan kepentingan militer AS, dan menjanjikan teknologi ChatGPT serta ekosistem OpenAI untuk digunakan oleh pemerintah.

Melalui unggahan di platform X, Altman mengklaim bahwa model AI milik OpenAI tidak akan digunakan untuk pengawasan massal.

Namun, klaim manis tersebut seketika dibantah oleh seorang pejabat pemerintah AS. Pejabat tersebut dengan tegas menyatakan bahwa model OpenAI akan digunakan untuk "segala cara yang sah secara hukum".

Di bawah Undang-Undang Patriot (Patriot Act) yang disahkan pasca-tragedi 9/11, pengawasan massal terhadap warga negara Amerika adalah sesuatu yang "sah secara hukum" dalam skenario tertentu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
Yamaha Aerox E Murni...
Yamaha Aerox E Murni Bertenaga Listrik Resmi Diluncurkan
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved