Gelombang Boikot ChatGPT Mengemuka Setelah Terima Kontrak dari Departemen Perang AS

Rabu, 04 Maret 2026 - 13:53 WIB
loading...
A A A
Oleh karena itu, nyaris tidak ada perusahaan AI yang berani menentang militer. Tahun lalu, Google diam-diam menghapus aturan internal yang melarang penggunaan teknologi mereka untuk senjata.

Microsoft tidak keberatan dengan senjata otonom, asalkan tetap ada manusia yang menarik pelatuk akhirnya. Amazon hanya menggunakan bahasa retorika abu-abu soal "penggunaan yang bertanggung jawab".

Meta tidak malu-malu merayu kontrak dari Pentagon, dan perusahaan analisis data Palantir sudah sejak lama mendukung penuh militer.

Kemarahan Publik dan Gerakan Boikot Massal

Sikap permisif OpenAI memicu kemarahan publik yang luar biasa. Di forum Reddit, utas diskusi yang mengajak pengguna untuk membatalkan langganan meraup ribuan upvotes (dukungan). Para pengguna membagikan tangkapan layar bukti pembatalan langganan berbayar mereka.

"Anda sekarang sedang melatih mesin perang. Mari kita lihat bukti pembatalannya," tulis seorang pengguna di komunitas r/ChatGPT.

Pengguna lain di r/OpenAI menulis dengan nada sinis, "Waktunya membatalkan ChatGPT Plus setelah tiga tahun menggunakan. Anthropic dihancurkan karena memiliki etika, dan Sam Altman langsung menukik turun untuk mengambil karung uang dari Pentagon."

Bantahan yang Terlalu Naif

Menyadari citranya terusik, OpenAI dan Sam Altman langsung meluncurkan misi penyelamatan nama baik.

Dalam sesi tanya jawab di X, Altman bersikeras bahwa Departemen Perang AS akan menghormati batasan "garis merah" OpenAI terkait senjata otonom dan pengawasan warga sipil. Ia berlindung di balik premis bahwa undang-undang AS secara otomatis akan mencegah pelanggaran tersebut.

Namun, publik sudah terlanjur skeptis. Sangat tidak masuk akal jika pemerintah sangat keras menghukum Anthropic karena prinsip anti-pengawasan mereka, namun di saat yang sama dengan tangan terbuka menerima OpenAI jika OpenAI menerapkan syarat yang sama persis.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Tak Oper ke Haaland...
Tak Oper ke Haaland yang Berdiri Bebas, Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
Swiss Balas Gol Argentina,...
Swiss Balas Gol Argentina, Laga Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved