Penduduk China Bakal Menyusut 50 Persen dalam 80 Tahun, Karena Remaja Enggan Punya Anak
Jum'at, 10 Juni 2022 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan yang cepat akan berdampak besar pada ekonomi China. Populasi usia kerja China diperkirakan mencapai puncaknya pada 2014 dan diproyeksikan menyusut menjadi kurang dari sepertiga dari puncaknya pada 2100.
Populasi lansia China (berusia 65 tahun ke atas) diperkirakan akan terus meningkat, melewati populasi usia kerja China mendekati 2080.
Artinya, saat ini ada 100 orang usia produktif yang mendukung setiap 20 orang lanjut usia. Tapi pada 2100, ada 100 orang usia produktif yang harus mendukung sebanyak 120 orang lanjut usia.
Penurunan rata-rata tahunan sebesar 1,73% pada populasi usia kerja China membuat pertumbuhan ekonomi jauh lebih rendah, kecuali jika produktivitas meningkat pesat.
BACA JUGA: Miris, Kualitas Keamanan Siber Indonesia Urutan 83 dari 160 Negara
Tapi hal itu akan sulit terjadi. Sebab, biaya tenaga kerja akan lebih tinggi. Karena angkatan kerja menyusut dengan cepat. Dampaknya pada naiknya upah industri manufaktur padat karya dengan margin rendah yang jadi andalan ekonomi China. Bisa jadi akan beralih ke Vietnam, Bangladesh dan India.
Bahkan, saat ini pun biaya tenaga kerja untuk industri manufaktur di China sudah dua kali lebih tinggi dibandingkan Vietnam.
Populasi lansia China (berusia 65 tahun ke atas) diperkirakan akan terus meningkat, melewati populasi usia kerja China mendekati 2080.
Artinya, saat ini ada 100 orang usia produktif yang mendukung setiap 20 orang lanjut usia. Tapi pada 2100, ada 100 orang usia produktif yang harus mendukung sebanyak 120 orang lanjut usia.
Penurunan rata-rata tahunan sebesar 1,73% pada populasi usia kerja China membuat pertumbuhan ekonomi jauh lebih rendah, kecuali jika produktivitas meningkat pesat.
BACA JUGA: Miris, Kualitas Keamanan Siber Indonesia Urutan 83 dari 160 Negara
Tapi hal itu akan sulit terjadi. Sebab, biaya tenaga kerja akan lebih tinggi. Karena angkatan kerja menyusut dengan cepat. Dampaknya pada naiknya upah industri manufaktur padat karya dengan margin rendah yang jadi andalan ekonomi China. Bisa jadi akan beralih ke Vietnam, Bangladesh dan India.
Bahkan, saat ini pun biaya tenaga kerja untuk industri manufaktur di China sudah dua kali lebih tinggi dibandingkan Vietnam.
(dan)
Lihat Juga :