Miris, Kualitas Keamanan Siber Indonesia Urutan 83 dari 160 Negara
Rabu, 08 Juni 2022 - 19:45 WIB
loading...
Adapun di ASEAN, kualitas keamanan siber Indonesia di peringkat 6 dari 10 negara. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dengan 202 juta pengguna internet, Indonesia menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Pada 2021, kontribusi ekonomi digital nasional mencapai USD70 miliar dan diproyeksikan tembus USD146 miliar pada 2025.
Meski demikian, pertumbuhan digital yang begitu pesat diikuti peningkatan ancaman siber yang signifikan.
Laporan terbaru National Cyber Security Index (NCSI) menunjukkan bahwa keamanan siber Indonesia berada di peringkat ke-6 di antara 10 negara ASEAN dan urutan ke-83 dari 160 negara secara global.
Dengan jumlah penduduk masif dan potensi ekonomi digital besar, peringkat yang rendah ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi rumah pemerintah.
Bahkan, laporan Interpol terbaru menyebutkan bahwa sekitar 2,7 juta ransomware terdeteksi di negara-negara ASEAN sepanjang 2021. Parahnya, Indonesia me mimpin (terbesar) dengan 1,3 juta kasus.
Meski demikian, pertumbuhan digital yang begitu pesat diikuti peningkatan ancaman siber yang signifikan.
Laporan terbaru National Cyber Security Index (NCSI) menunjukkan bahwa keamanan siber Indonesia berada di peringkat ke-6 di antara 10 negara ASEAN dan urutan ke-83 dari 160 negara secara global.
Dengan jumlah penduduk masif dan potensi ekonomi digital besar, peringkat yang rendah ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi rumah pemerintah.
Bahkan, laporan Interpol terbaru menyebutkan bahwa sekitar 2,7 juta ransomware terdeteksi di negara-negara ASEAN sepanjang 2021. Parahnya, Indonesia me mimpin (terbesar) dengan 1,3 juta kasus.
Lihat Juga :