AS Mulai Kembangkan Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir
Senin, 09 Mei 2022 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Diharapkan pada tahun fiskal 2026 sudah dilakukan demonstrasi penerbangan propulsi termal nuklir.“Satu persiapan diantisipasi di fase 2 DRACO untuk menyelesaikan desain awal dan rinci dari sistem demonstrasi dan untuk membangun dan secara eksperimental memvalidasi mesin penerbangan roket termal nuklir,” keterangan DARPA dikutip SINDOnews dari laman SpaceNews, Senin (9/5/2022).
Pada fase 3, sistem demonstrasi akan dibangun untuk menampung roket termal nuklir untuk uji terbang di orbit. DARPA berinvestasi dalam propulsi nuklir untuk kendaraan ruang angkasa dengan harapan berhasil mendemonstrasikan mesin yang dapat terbang melintasi jarak yang sangat jauh di ruang cislunar, area antara Bumi dan bulan.
Baca juga; Roket Falcon 9 Andalan SpaceX; Luncurkan Satelit, Kargo, dan Astronot Sekaligus
“Propulsi termal nuklir mencapai daya dorong-ke-berat yang tinggi mirip dengan propulsi kimia tetapi dengan efisiensi dua hingga lima kali lipat,” kata DARPA. NASA berpartisipasi dalam proyek tersebut, dengan tujuan juga menggunakan propulsi termal nuklir untuk misi luar angkasa manusia jangka panjang.
“Manuver ini jadi lebih menantang di luar angkasa karena keterbatasan sistem propulsi. Untuk mempertahankan keunggulan teknologi di luar angkasa, Amerika Serikat membutuhkan teknologi propulsi yang jauh lebih maju,” kata Mayor Nathan Greiner, manajer program di Kantor Teknologi Taktis DARPA.
Pada fase 3, sistem demonstrasi akan dibangun untuk menampung roket termal nuklir untuk uji terbang di orbit. DARPA berinvestasi dalam propulsi nuklir untuk kendaraan ruang angkasa dengan harapan berhasil mendemonstrasikan mesin yang dapat terbang melintasi jarak yang sangat jauh di ruang cislunar, area antara Bumi dan bulan.
Baca juga; Roket Falcon 9 Andalan SpaceX; Luncurkan Satelit, Kargo, dan Astronot Sekaligus
“Propulsi termal nuklir mencapai daya dorong-ke-berat yang tinggi mirip dengan propulsi kimia tetapi dengan efisiensi dua hingga lima kali lipat,” kata DARPA. NASA berpartisipasi dalam proyek tersebut, dengan tujuan juga menggunakan propulsi termal nuklir untuk misi luar angkasa manusia jangka panjang.
“Manuver ini jadi lebih menantang di luar angkasa karena keterbatasan sistem propulsi. Untuk mempertahankan keunggulan teknologi di luar angkasa, Amerika Serikat membutuhkan teknologi propulsi yang jauh lebih maju,” kata Mayor Nathan Greiner, manajer program di Kantor Teknologi Taktis DARPA.
(wib)
Lihat Juga :