AS Mulai Kembangkan Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir

Senin, 09 Mei 2022 - 10:07 WIB
loading...
AS Mulai Kembangkan...
Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (Defense Advanced Research Projects Agency/DARPA) Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir. Foto/SpaceNews
A A A
WASHINGTON - Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (Defense Advanced Research Projects Agency/DARPA) Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir. Proyek yang disebut Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations (DRACO), dimulai lebih dari setahun lalu.

DARPA pada 4 Mei 2022 mengeluarkan permintaan proposal untuk fase berikutnya dari demonstrasi pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir. Untuk proyek DRACO, DARPA memilih desain awal untuk reaktor mesin roket yang dikembangkan oleh General Atomics.

Kemudian memilih dua desain pesawat ruang angkasa konseptual oleh Blue Origin dan Lockheed Martin. Fase selanjutnya dari program ini akan fokus pada desain, pengembangan, fabrikasi dan perakitan mesin roket termal nuklir.

Baca juga; Ini Cara Pesawat Ruang Angkasa NASA Mendarat di Planet Mars

DARPA akan mengadakan "kompetisi penuh dan terbuka" sehingga peluang ini tidak terbatas pada perusahaan yang berpartisipasi dalam fase pertama. Seorang juru bicara DARPA mengatakan deadline pengajuan proposal pada 5 Agustus.

Diharapkan pada tahun fiskal 2026 sudah dilakukan demonstrasi penerbangan propulsi termal nuklir.“Satu persiapan diantisipasi di fase 2 DRACO untuk menyelesaikan desain awal dan rinci dari sistem demonstrasi dan untuk membangun dan secara eksperimental memvalidasi mesin penerbangan roket termal nuklir,” keterangan DARPA dikutip SINDOnews dari laman SpaceNews, Senin (9/5/2022).

Pada fase 3, sistem demonstrasi akan dibangun untuk menampung roket termal nuklir untuk uji terbang di orbit. DARPA berinvestasi dalam propulsi nuklir untuk kendaraan ruang angkasa dengan harapan berhasil mendemonstrasikan mesin yang dapat terbang melintasi jarak yang sangat jauh di ruang cislunar, area antara Bumi dan bulan.

Baca juga; Roket Falcon 9 Andalan SpaceX; Luncurkan Satelit, Kargo, dan Astronot Sekaligus

“Propulsi termal nuklir mencapai daya dorong-ke-berat yang tinggi mirip dengan propulsi kimia tetapi dengan efisiensi dua hingga lima kali lipat,” kata DARPA. NASA berpartisipasi dalam proyek tersebut, dengan tujuan juga menggunakan propulsi termal nuklir untuk misi luar angkasa manusia jangka panjang.

“Manuver ini jadi lebih menantang di luar angkasa karena keterbatasan sistem propulsi. Untuk mempertahankan keunggulan teknologi di luar angkasa, Amerika Serikat membutuhkan teknologi propulsi yang jauh lebih maju,” kata Mayor Nathan Greiner, manajer program di Kantor Teknologi Taktis DARPA.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved