Ini 5 Senjata Anti-tank Ukraina untuk Cegat Pasukan Rusia
Rabu, 02 Maret 2022 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini Rusia masih menggunakan tank T-72 dan T-72B yang sekarang dikerahkan di dekat Ukraina. Di Glukhov, dikabarkan rudal Javelin telah menghancurkan 15 tank T-72 Rusia
2. The Next Generation Light Anti-tank Weapon (NLAW)
![Ini 5 Senjata Anti-tank Ukraina untuk Cegat Pasukan Rusia]()
Selain Rudal Javelin, Ukraina juga sudah menerima bantuan militer berupa 2.000 unit senjata anti-tank yang dikirim Inggris beberapa waktu lalu. Rudal anti-tank seharga USD48.000 per unit ini ditembakkan dari bahu prajurit, mirip penggunaan bazoka.
Sistem peluncurannya, senjata anti-tank ini mengeluarkan rudal dengan gas bertekanan sebelum menyalakan motor roketnya, mempercepat senjata hingga 200 meter per detik. Rudal kemudian menggunakan sistem navigasi inersia untuk terbang ke tank target.
Senjata NLAW merupakan proyek bersama Inggris-Swedia pada tahun 2002 untuk menggantikan senjata era Perang Dingin yang dirancang untuk menghantam pasukan infanteri pertahanan dari jarak dekat dan portabel.
Senjata sepanjang satu meter ini memiliki usia pakai hingga 20 tahun. NLAW dibuat dari komponen yang diproduksi oleh BAE, Saab, Thales dan perusahaan AS Raytheon.
Beratnya hanya 27,5 pon dan dapat meluncurkan rudal berdiameter 150 milimeter tunggal ke jarak efektif antara 20 dan 600 meter atau hingga 400 meter untuk target bergerak. Senjata ini jauh lebih ringan daripada rudal Javelin buatan Amerika.
Bulan lalu pelatih militer Inggris, yang diambil dari Resimen Ranger yang baru dibentuk, dikirim ke Ukraina untuk menginstruksikan pasukannya tentang cara menggunakan senjata anti-tank.
Di mana mereka telah digunakan di Ukraina? Kharkiv, di timur laut negara itu, untuk menghancurkan empat tank Rusia dan tiga helikopter serang
3. Rudal Stinger
![Ini 5 Senjata Anti-tank Ukraina untuk Cegat Pasukan Rusia]()
Selain rudal Javelin dan NLAW, Ukraina juga mendapat bantuan Stinger dari Latvia dan Lithuania. Diketahui, satu unit Stinger ini harganya mencapai USD130.000 per unit.
Ini adalah termasuk senjata Man-Portable-Air-Defense System (MANPADS) yang menggunakan teknologi pelacak inframerah untuk mencari dan menyerang target terbang. Stinger, yang berada di pundak operator, pertama kali dikembangkan di AS pada tahun 1981 dan saat ini digunakan oleh lebih dari 18 negara.
Rudal tersebut memiliki panjang 1,52 meter dan diameter 70 mm dengan sirip 10 cm. Dan rudal tersebut memiliki berat sekitar 10,1 kg, sedangkan rudal dengan peluncur memiliki berat sekitar 15,2 kg.
BACA JUGA: Toyota Tutup 14 Pabrik di Jepang karena Serangan Siber dari Rusia
2. The Next Generation Light Anti-tank Weapon (NLAW)

Selain Rudal Javelin, Ukraina juga sudah menerima bantuan militer berupa 2.000 unit senjata anti-tank yang dikirim Inggris beberapa waktu lalu. Rudal anti-tank seharga USD48.000 per unit ini ditembakkan dari bahu prajurit, mirip penggunaan bazoka.
Sistem peluncurannya, senjata anti-tank ini mengeluarkan rudal dengan gas bertekanan sebelum menyalakan motor roketnya, mempercepat senjata hingga 200 meter per detik. Rudal kemudian menggunakan sistem navigasi inersia untuk terbang ke tank target.
Senjata NLAW merupakan proyek bersama Inggris-Swedia pada tahun 2002 untuk menggantikan senjata era Perang Dingin yang dirancang untuk menghantam pasukan infanteri pertahanan dari jarak dekat dan portabel.
Senjata sepanjang satu meter ini memiliki usia pakai hingga 20 tahun. NLAW dibuat dari komponen yang diproduksi oleh BAE, Saab, Thales dan perusahaan AS Raytheon.
Beratnya hanya 27,5 pon dan dapat meluncurkan rudal berdiameter 150 milimeter tunggal ke jarak efektif antara 20 dan 600 meter atau hingga 400 meter untuk target bergerak. Senjata ini jauh lebih ringan daripada rudal Javelin buatan Amerika.
Bulan lalu pelatih militer Inggris, yang diambil dari Resimen Ranger yang baru dibentuk, dikirim ke Ukraina untuk menginstruksikan pasukannya tentang cara menggunakan senjata anti-tank.
Di mana mereka telah digunakan di Ukraina? Kharkiv, di timur laut negara itu, untuk menghancurkan empat tank Rusia dan tiga helikopter serang
3. Rudal Stinger

Selain rudal Javelin dan NLAW, Ukraina juga mendapat bantuan Stinger dari Latvia dan Lithuania. Diketahui, satu unit Stinger ini harganya mencapai USD130.000 per unit.
Ini adalah termasuk senjata Man-Portable-Air-Defense System (MANPADS) yang menggunakan teknologi pelacak inframerah untuk mencari dan menyerang target terbang. Stinger, yang berada di pundak operator, pertama kali dikembangkan di AS pada tahun 1981 dan saat ini digunakan oleh lebih dari 18 negara.
Rudal tersebut memiliki panjang 1,52 meter dan diameter 70 mm dengan sirip 10 cm. Dan rudal tersebut memiliki berat sekitar 10,1 kg, sedangkan rudal dengan peluncur memiliki berat sekitar 15,2 kg.
BACA JUGA: Toyota Tutup 14 Pabrik di Jepang karena Serangan Siber dari Rusia
Lihat Juga :