Pesta Kembang Api Tahun Baru Akan Diganti Drone yang Menari

Jum'at, 31 Desember 2021 - 15:48 WIB
loading...
Pesta Kembang Api Tahun...
Peminat drone untuk pertunjukkan semakin meningkat, karena dinilai lebih tidak berisik dan ramah lingkungan dibanding kembang api. Foto: ist
A A A
INGGRIS - Tak lama lagi acara-acara pergantian tahun tidak lagimemakai pesat kembang api. Sebagai gantinya adalah parade drone yang menari.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan parade drone untuk pertunjukkan cahaya semakin populer. Begitu populernya, hingga bisa memudarkan daya tarik pesta kembang api.

BACA JUGA: Cara Melindungi Akun WhatsApp di Momen Tahun Baru

Contoh terbesarnya ada di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo belum lama ini. Bahkan, acara Over the Top NYE di Reunion Tower di Dallas, Texas, termasuk yang berencana menggabungkan kembang api dan drone untuk menyambut 2022.

Pesta Kembang Api Tahun Baru Akan Diganti Drone yang Menari

Pertunjukkan parade drone di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo pada Juli 2021.Foto: VCG/Getty Images

Ollie Howitt dari SkyMagic mengaku menggunakan 300 unit drone untuk menciptakan pertunjukkan cahaya di London pada 2021 silam. Sejak itu, menurut Ollie permintaan terhadap drone untuk pertunjukkan besar terus meningkat.

Ia menyebut ada sejumlah keuntungan memakai drone di langit dibandingkan kembang api. Pertama, tidak berisik sehingga tidak mengganggu. Lalu, drone juga bisa bertahan lebih lama di langit dibandingkan kembang api.

Pesta Kembang Api Tahun Baru Akan Diganti Drone yang Menari

”Juga, drone bisa terbang di wilayah yang populasinya lebih padat dan bisa diatur untuk membentuk berbagai formasi tertentu. Mulaicorak spesifik, bahkan menyerupai orang dan binatang,” katanya.

Robert Neff, GM pusat perbelanjaan Mercia Marina di Derbyshire, Inggris, menyebut bahwa pertunjukkan drone sudah semakin lumrah. Alasan utama ia memilih drone saat membuat acara dibandingkan kembang api karena suara. ”Kembang api punya dampak buruk terhadap hewan peliharaan, mulai anjing, kucing, hingga hewan liar. Mereka jadi stres,” katanya.

Ollie Howitt menambahkan bahwa keuntungan drone dibandingkan kembang api karena tidak ada emisi, bisa digunakan lagi, juga tidak meninggalkan sampah atau kotoran.

Benarkah drone tidak memiliki dampak buruk? Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) di Inggris menyebut bahwa drone juga memiliki sejumlah faktor minus. Terutama ketika ratusan drone terbang bersamaan di langit. ”Drone juga bisa membuat hewat takut, juga tabrakan dengan burung,” tulis mereka.

Faktor lain yang perlu dipikirkan adalah soal izin. Menerbangkan ratusan drone yang biasa disebut “drone swarms” perlu mendapat persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil setempat.

Selain itu, orang menyukai kembang api salah satunya karena dentumannya menciptakan sensasi suara yang sulit tergantikan, yang relevan dengan kemeriahan tahun baru. Karena itu, beberapa ada yang menggabungkan drone dan dentuman kembang api.

”Kembang api juga bisa melengkapi drone, keduanya memang tidak saling menggantikan di sebuah pertunjukkan,” ujar Ollie Howitt.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Gara-gara Senjata Murahan...
Gara-gara Senjata Murahan Iran, Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat
DJI Gugat Insta360 karena...
DJI Gugat Insta360 karena Dicurigai Curi Enam Paten Teknologinya
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
Rekomendasi
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved