Lagi Tren, Memancing Ikan Menggunakan Drone
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:09 WIB
loading...
Praktik drone fishing tengah tren di Afrika Selatan, Selandia Baru dan Australia. Foto/ZME Science
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran drone tak hanya dimanfaatkan untuk industri pertanian, militer hingga pengambilan video dari ketinggian. Tak mau ketinggalan para pemilik hobi mancing juga menggunakan perangkat ini untuk mengail ikan dari laut.
Praktik drone fishing ini tengah tren di Afrika Selatan, Selandia Baru, dan Australia. Sayangnya kreativitas ini dianggap dapat mengancam kelestarian ekosistem. "Praktik ini dapat menimbulkan risiko bagi berbagai ikan, termasuk hiu," kata Alexander Claus Winkler dari Universitas Rhodes dilansir dari ZME Science, Jumat (18/10/2024).
Drone fishing melibatkan penggunaan drone untuk menerbangkan pancing berumpan jauh melampaui jangkauan yang dapat dicapai dengan melempar kail dari pantai. Drone membawa pancing, umpan, dan kail ke area perairan yang ditargetkan. Area-area ini seringkali sulit dijangkau, seperti perairan yang lebih dalam atau tempat-tempat yang sulit dijangkau.
Setelah pancing diposisikan, pemancing melepaskan umpan dan menunggu ikan menggigit. Drone yang dilengkapi dengan kamera juga dapat membantu melihat kerumunan ikan atau lokasi memancing yang ideal, sehingga meningkatkan peluang tangkapan yang melimpah.
Baca Juga: Bangau Afrika Gunakan Cara Licik untuk Memancing Mangsanya Mendekat
Praktik drone fishing sejatinya telah mulai muncul pada medio 2010-an seiring dengan popularitas drone. Ketika sejumlah penghobi mancing mulai bereksperimen dengan drone dan sukses, kabar menyebar dengan cepat. Pada tahun 2016, video YouTube yang populer tentang seorang pemancing yang menangkap tuna sirip panjang menggunakan drone dari pantai Australia memicu peningkatan minat yang besar. Pada akhir tahun itu, pencarian online terkait drone fishing telah meningkat sebesar 357 persen.
Praktik drone fishing ini tengah tren di Afrika Selatan, Selandia Baru, dan Australia. Sayangnya kreativitas ini dianggap dapat mengancam kelestarian ekosistem. "Praktik ini dapat menimbulkan risiko bagi berbagai ikan, termasuk hiu," kata Alexander Claus Winkler dari Universitas Rhodes dilansir dari ZME Science, Jumat (18/10/2024).
Drone fishing melibatkan penggunaan drone untuk menerbangkan pancing berumpan jauh melampaui jangkauan yang dapat dicapai dengan melempar kail dari pantai. Drone membawa pancing, umpan, dan kail ke area perairan yang ditargetkan. Area-area ini seringkali sulit dijangkau, seperti perairan yang lebih dalam atau tempat-tempat yang sulit dijangkau.
Setelah pancing diposisikan, pemancing melepaskan umpan dan menunggu ikan menggigit. Drone yang dilengkapi dengan kamera juga dapat membantu melihat kerumunan ikan atau lokasi memancing yang ideal, sehingga meningkatkan peluang tangkapan yang melimpah.
Baca Juga: Bangau Afrika Gunakan Cara Licik untuk Memancing Mangsanya Mendekat
Praktik drone fishing sejatinya telah mulai muncul pada medio 2010-an seiring dengan popularitas drone. Ketika sejumlah penghobi mancing mulai bereksperimen dengan drone dan sukses, kabar menyebar dengan cepat. Pada tahun 2016, video YouTube yang populer tentang seorang pemancing yang menangkap tuna sirip panjang menggunakan drone dari pantai Australia memicu peningkatan minat yang besar. Pada akhir tahun itu, pencarian online terkait drone fishing telah meningkat sebesar 357 persen.
Lihat Juga :