Sentuh Matahari untuk Pertama Kali, Pesawat Luar Angkasa NASA Ini Tembus Suhu 1.370 Derajat Celcius
Rabu, 15 Desember 2021 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Terpenting bagaimana pengaruhnya Matahari sebagai bintang yang terdekat dengan planet Bumi. Makalah yang menjelaskan penemuan tersebut dimuat dalam Physical Review Letters1. (Baca juga; Wahana Antariksa NASA Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari )
Parker Solar Probe adalah tandingan dari pesawat luar angkasa kembar Voyager NASA. Pada tahun 2012, Voyager 1 melakukan perjalanan sangat jauh dari Matahari sehingga menjadi misi pertama yang meninggalkan wilayah ruang angkasa yang didominasi oleh angin Matahari, banjir partikel energi yang berasal dari Matahari.
Sebaliknya, wahana Parker Solar Probe terbang semakin dekat menuju jantung Tata Surya, langsung menuju angin Matahari dan ke atmosfernya. Melalui Parker Solar Probe, para ilmuwan dapat menjelajahi Matahari dan mencari tahu atas pertanyaan terbesar yang belum terjawab tentang Matahari.
Misalnya, bagaimana matahari menghasilkan angin dan bagaimana koronanya memanas hingga suhu yang lebih ekstrem daripada di permukaan Matahari. “Ini adalah tonggak sejarah besar,” kata Craig DeForest, fisikawan surya di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.
Parker Solar Probe adalah tandingan dari pesawat luar angkasa kembar Voyager NASA. Pada tahun 2012, Voyager 1 melakukan perjalanan sangat jauh dari Matahari sehingga menjadi misi pertama yang meninggalkan wilayah ruang angkasa yang didominasi oleh angin Matahari, banjir partikel energi yang berasal dari Matahari.
Sebaliknya, wahana Parker Solar Probe terbang semakin dekat menuju jantung Tata Surya, langsung menuju angin Matahari dan ke atmosfernya. Melalui Parker Solar Probe, para ilmuwan dapat menjelajahi Matahari dan mencari tahu atas pertanyaan terbesar yang belum terjawab tentang Matahari.
Misalnya, bagaimana matahari menghasilkan angin dan bagaimana koronanya memanas hingga suhu yang lebih ekstrem daripada di permukaan Matahari. “Ini adalah tonggak sejarah besar,” kata Craig DeForest, fisikawan surya di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.
(wib)
Lihat Juga :