Sentuh Matahari untuk Pertama Kali, Pesawat Luar Angkasa NASA Ini Tembus Suhu 1.370 Derajat Celcius

Rabu, 15 Desember 2021 - 07:55 WIB
loading...
Sentuh Matahari untuk...
Pesawat luar angkasa Parker Solar Probe milik NASA melewati Matahari sebanyak 24 kali dan berputar semakin dekat ke permukaannya. Foto/ NASA/Johns Hopkins APL
A A A
UNTUK pertama kali dalam sejarah, pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe milik NASA berhasil menyentuh Matahari . Parker Solar Probe saat ini terbang melalui atmosfer bagian atas Matahari, korona, dan mengambil sampel partikel dan medan magnet di sana.

Dikutip dari laman science.nasa.gov, Rabu (15/12/2021), pencapaian ini telah lama ditunggu-tunggu dan sebenarnya sudah terjadi pada bulan April, namun baru diumumkan pada 14 Desember 2021. Ini merupakan pencapaian besar bagi Parker Solar Probe, sebuah pesawat luar angkasa yang terbang lebih dekat ke Matahari daripada misi mana pun dalam sejarah.

"Kami akhirnya tiba. Umat manusia telah menyentuh Matahari," kata Nicola Fox, Direktur Divisi Heliofisika NASA, yang berkantor di Washington DC, seperti dikutip SINDOnews dari laman nature, Rabu (15/12/2021). (Baca juga; Difoto dari Jarak 1 Juta Mil, Begini Penampakan Antartika saat Gerhana Matahari )

Pesawat luar angkasa Parker Solar Probe melintasi atmosfer Matahari pada pukul 09:33 Waktu Universal pada 28 April 2021. Butuh beberapa bulan bagi para ilmuwan misi untuk mengunduh dan menganalisis data yang dikumpulkannya, termasuk untuk memastikan bahwa pesawat ruang angkasa itu memang melintasi batas yang ditentukan, yang dikenal sebagai permukaan Alfven.

Permukaan Alfven ini menandai antarmuka antara atmosfer Matahari dan wilayah luar angkasa yang didominasi oleh angin Matahari. Pesawat ruang angkasa melintasi batas Alfvén ketika jaraknya sekitar 14 juta kilometer atau hanya di bawah 20 jari-jari Matahari, dari permukaan Matahari.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, Parker Solar Probe telah mengorbit Matahari dan berputar semakin dekat ke permukaan Matahari pada setiap lintasan. Pelindung panas karbon-komposit mampu menjaga instrumen di dalamnya dari suhu panas hingga 1.370 derajat Celcius. (Baca juga; Arkeolog Temukan Kuil Matahari yang Hilang di Mesir )

Tonggak baru ini menandai satu langkah besar yang dicapai Parker Solar Probe dan satu lompatan raksasa untuk ilmu surya. Keberhasilan ini membantu ilmuwan mengungkap informasi dan memahami bagaimana Matahari terbentuk dan material apa saja yang menyusunnya.

Terpenting bagaimana pengaruhnya Matahari sebagai bintang yang terdekat dengan planet Bumi. Makalah yang menjelaskan penemuan tersebut dimuat dalam Physical Review Letters1. (Baca juga; Wahana Antariksa NASA Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari )

Parker Solar Probe adalah tandingan dari pesawat luar angkasa kembar Voyager NASA. Pada tahun 2012, Voyager 1 melakukan perjalanan sangat jauh dari Matahari sehingga menjadi misi pertama yang meninggalkan wilayah ruang angkasa yang didominasi oleh angin Matahari, banjir partikel energi yang berasal dari Matahari.

Sebaliknya, wahana Parker Solar Probe terbang semakin dekat menuju jantung Tata Surya, langsung menuju angin Matahari dan ke atmosfernya. Melalui Parker Solar Probe, para ilmuwan dapat menjelajahi Matahari dan mencari tahu atas pertanyaan terbesar yang belum terjawab tentang Matahari.

Misalnya, bagaimana matahari menghasilkan angin dan bagaimana koronanya memanas hingga suhu yang lebih ekstrem daripada di permukaan Matahari. “Ini adalah tonggak sejarah besar,” kata Craig DeForest, fisikawan surya di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
New Horizons Abadikan...
New Horizons Abadikan Dunia selama 9 Tahun dari Jarak 4,8 Miliar Km dari Bumi
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Sahabat Miliarder Elon...
Sahabat Miliarder Elon Musk Mengambil Alih NASA, Janjikan Ini
Rekomendasi
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
Tembus 42 Derajat Celcius,...
Tembus 42 Derajat Celcius, Ini Penyebab Cuaca Panas di Pulau Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved