Intip Akun Sosmed Pasangan Diam-diam, Diminta untuk Ditindak
Selasa, 07 Desember 2021 - 21:32 WIB
loading...
Mengintip akun sisial media secara diam-diam adalah pelanggaran. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa tak sedikit orang menganggap memantau pasangan secara diam-diam adalah hal yang wajar.
Survei tersebut dilakukan oleh Kaspersky dan Koalisi Melawan Stalkerware terhadap lebih dari 21.000 partisipan di 21 negara tentang sikap pengguna terhadap privasi dan penguntitan digital dalam hubungan pribadi.
BACA JUGA - Larissa Chou dan Henny Rahman Saling Sindir di Sosial Media, Alvin Faiz: Sudahi Pertikaian Ini
Hasilnya, 30 persen responden beranggapan memantau pasangan diam-diam adalah wajar. Sementara, 70 persen responden menganggap memantau pasangan tanpa persetujuan adalah hal yang tidak dapat diterima.
Dalam keterangan tertulis Kaspersky, Selasa (7/12/2021), dari mereka yang membenarkan kegiatan menguntit karena alasan tertentu, hampir 64 persennya memantau pasangan jika pasangannya tidak setia, 63 persen memantau jika terkait keselamatan mereka, dan 50 persen setuju memantau saat pasangan terlibat dalam kegiatan kriminal.
Mereka yang membenarkan stalking diam-diam terhadap pasangan secara umum berada di Kawasan Asia Pasifik (24 persen), Eropa (10 persen), dan Amerika (8 persen).
Selain itu, dalam laporan Digital Stalking in Relationship Kaspersky mengungkap, 15 persen responden di seluruh dunia diminta pasangannya untuk menginstal aplikasi pemantauan.
Survei tersebut dilakukan oleh Kaspersky dan Koalisi Melawan Stalkerware terhadap lebih dari 21.000 partisipan di 21 negara tentang sikap pengguna terhadap privasi dan penguntitan digital dalam hubungan pribadi.
BACA JUGA - Larissa Chou dan Henny Rahman Saling Sindir di Sosial Media, Alvin Faiz: Sudahi Pertikaian Ini
Hasilnya, 30 persen responden beranggapan memantau pasangan diam-diam adalah wajar. Sementara, 70 persen responden menganggap memantau pasangan tanpa persetujuan adalah hal yang tidak dapat diterima.
Dalam keterangan tertulis Kaspersky, Selasa (7/12/2021), dari mereka yang membenarkan kegiatan menguntit karena alasan tertentu, hampir 64 persennya memantau pasangan jika pasangannya tidak setia, 63 persen memantau jika terkait keselamatan mereka, dan 50 persen setuju memantau saat pasangan terlibat dalam kegiatan kriminal.
Mereka yang membenarkan stalking diam-diam terhadap pasangan secara umum berada di Kawasan Asia Pasifik (24 persen), Eropa (10 persen), dan Amerika (8 persen).
Selain itu, dalam laporan Digital Stalking in Relationship Kaspersky mengungkap, 15 persen responden di seluruh dunia diminta pasangannya untuk menginstal aplikasi pemantauan.
Lihat Juga :