Begini Cara OY! Indonesia Bantu Keuangan Perusahaan dan UMKM

Selasa, 16 November 2021 - 12:34 WIB
loading...
Begini Cara OY! Indonesia...
OY! Indonesia merupakan startup fintech yang memadukan antara sistem online dengan offline. Foto: dok Forwat
A A A
JAKARTA - Pemain baru di industri fintech OY! Indonesia menyebut layanannya sebagai money movement. Sebab, mampu memfasilitasi semua proses keuangan. Mulai kebutuhan sehari-hari individu hingga kebutuhan bisnis.

Klien mereka pun beragam. Tidak hanya bank komersial, tapi juga bank digital, P2P Lending, e-money, hingga perusahaan fintech lainnya. ”Indonesia memiliki perputaran uang sangat besar lewat beragam media. Ada yang digital dan ada pula yang tunai. Kami melayani transaksi keduanya. Boleh dibilang, kami adalah aggregator dari sumber keuangan,” kata Chief Executive Officer (CEO) OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus, dalam diskusi virtual bertajuk “Peran Fintech Dorong Ekonomi Digital Indonesia” yang digelar Forum Wartawan Teknologi (Forwat), belum lama ini.

BACA JUGA: 4 Alasan Xiaomi 11T Pro Cocok untuk Membuat Video YouTube

Jesayas melanjutkan, ada alasan mengapa pihaknya membantu menghadirkan layanan untuk transaksi tunai. Menurut data mereka, 85 persen transaksi di Indonesia masih tunai. Meski banyak UMKM yang mencoba menjual barang secara online, faktanya masih banyak di antara mereka yang melakukan transaksi tunai.

“UMKM walau mencoba jualan online, transaksi mereka masih banyak yang tunai. Kami ingin mendukung mereka. Karenanya, kami tidak hanya memberi layanan online saja,” jelas dia.

KoinWorks adalah salah satu perusahaan teknologi yang memanfaatkan teknologi pengelolaan money movement di OY! Indonesia. Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan menyebut bahwa layanan money movement OY! Indonesia penting dalam membantu pengelolaan keuangan KoinWorks, platform yang berbasis peer to peer (P2P) lending itu.

”Kami memiliki 1 juta customer. Sementara kita harus transfer uang yang nominalnya tidak Rp10 juta, bisa lebih dari itu. Atau misalnya mengembalikan ke konsumen. Bayangkan jika transaksi itu harus dilakukan tim finance kita. Tidak mungkin. Dengan teknologi OY! Indonesia, kita tak perlu approval dari atasan,” jelasnya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, keberadaan platform OY! Indonesia mampu memberikan efisiensi di industri fintech di tengah ramainya pelaku teknologi finansial. ”Memang antar perusahaan fintech harus berkolaborasi untuk bisa bertahan di industri,” ujarnya.

Sementara itu, Jesayas menambahkan bahwa platform OY! Indonesia bisa mengelola transaksi bisnis mulai hulu sampai hilir. ”Mulai payroll, pengiriman uang, pembayaran invoice, uang masuk, hingga cash management (digital money movement). Bahkan OY! Indonesia memiliki cash in transit di 10 kota di Republik ini serta penyediaan mesin ATM (offline money movement),” ungkapnya.

Bhima melanjutkan bahwa pengelolaan transaksi bisnis baik offline maupun online secara tidak langsung akan membuat perusahaan lebih fokus kepada pengembangan bisnis tanpa harus memikirkan proses transaksi rumit.

Berdasarkan riset CEIC, Indonesia menjadi negara kedua terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan perputaran uang kartal dan giral dengan nilai USD1,5 triliun pada 2020.

BACA JUGA: Ingin Beli Hyundai Creta di GIIAS 2021? Ini Promo, Garansi, dan Keuntungan yang Anda Dapatkan

Perputaran uang itu dilakukan dengan berbagai bentuk transaksi antara lain bank tradisional, uang tunai, pemerintah, perusahaan fintech, e-money, serta digital bank.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selama Ramadan, Pengguna...
Selama Ramadan, Pengguna Zakat Digital Tumbuh 30 Persen
Startup OY! Disuntik...
Startup OY! Disuntik SoftBank Rp443 Miliar, Total Valuasi Tembus Rp1,4 Triliun
Forwat, BenihBaik, dan...
Forwat, BenihBaik, dan Tokopedia Inisiasi Bantuan untuk Jurnalis Terdampak Covid-19
OPPO Bahas Tuntas Soal...
OPPO Bahas Tuntas Soal 5G lewat OPPO 5G Academy
Kaya Fitur Kreatif,...
Kaya Fitur Kreatif, Tablet Galaxy Tab S7 Bikin Penggunanya Makin Produktif di Masa Pandemi
#WujudkanBersama OY!,...
#WujudkanBersama OY!, Cara OY! Indonesia Beri Solusi Digital untuk UMKM
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved