Biar Mulus Pindahkan Manusia ke Mars, NASA Kontrak 5 Perusahaan Roket

Rabu, 15 September 2021 - 19:01 WIB
loading...
Biar Mulus Pindahkan...
Demi ambisi pindahkan manusia ke Mars, lima perusahaan roket diberi kontrak NASA. FOTO/ IST
A A A
NEW YORK - Demi ambisi membawa koloni manusia ke luar angkasa, NASA telah memberikan kontrak gabungan sebesar USD146 juta kepada lima perusahaan, termasuk SpaceX, Blue Origin, dan Dynetics, untuk mengembangkan konsep pendarat pesawat luar angkasa sebagai bagian dari misi Artemis dari agensi.

Dari total tersebut, USD26,5 juta diberikan kepada Blue Origin , USD40,8 juta untuk Dynetics, USD35,2 juta untuk Lockheed Martin, USD34,8 juta untuk Northrop Grumman, dan USD9,4 juta untuk SpaceX.

Hanya dua perusahaan yang mengajukan proposal, yakni Blue Ridge Nebula Starlines dan Cook & Chevalier Enterprises, yang tidak menerima kontrak serupa.

Melansir dari TechCrunch, Rabu (15/9/2021), kontrak tersebut diberikan berdasarkan NextSTEP-2 (Teknologi Luar Angkasa Berikutnya untuk Kemitraan Eksplorasi) Lampiran N: Studi Sistem Pendaratan Manusia Berkelanjutan dan Pengurangan Risiko.

Dalam permohonan yang dirilis pada awal Juli itu, disebutkan tujuan kontrak adalah untuk terlibat dengan mitra komersial potensial untuk studi konsep, mempertahankan konsep HLS pengembangan operasi (darat dan penerbangan), dan kegiatan pengurangan risiko.

Artinya, perusahaan terpilih akan mengembangkan konsep desain pendarat, termasuk melakukan pengujian komponen, dan mengevaluasinya untuk hal-hal seperti kinerja dan keselamatan.

Kontrak ini terpisah dari kontrak Sistem Pendaratan Manusia yang diberikan kepada SpaceX awal tahun ini, kontrak yang disengketakan oleh Blue Origin dan Dynetics kepada pengawas pemerintah, dan kemudian ditentang oleh Blue Origin dalam gugatan terhadap NASA yang masih berlangsung.

Namun, hasil dari kontrak ini kemungkinan akan menginformasikan kontrak pengembangan pendarat di masa depan selama sisa dekade ini.

"Pekerjaan dari perusahaan-perusahaan ini pada akhirnya akan membantu membentuk strategi dan persyaratan untuk permintaan NASA di masa depan untuk menyediakan transportasi astronot reguler dari orbit bulan ke permukaan Bulan," kata NASA.

Program Artemis didirikan pada tahun 2020 dengan sejumlah tujuan, tidak hanya untuk mengembalikan manusia ke Bulan untuk pertama kalinya sejak zaman Apollo, tetapi untuk membuat rutinitas perjalanan seperti itu pada akhir tahun 2020-an.

NASA tidak hanya berhenti di bulan; Badan tersebut juga ingin memperluas eksplorasi antarplanet, termasuk misi manusia ke Mars.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Teleskop James...
Gunakan Teleskop James Webb, NASA Tangkap Keajaiban Tuhan
Militer AS Uji Coba...
Militer AS Uji Coba Kirim Paket ke Luar Angkasa Pakai Roket Kargo
Lingkaran Misterius...
Lingkaran Misterius Terlihat Berputar-putar di Langit Inggris
Oksigen di Galaksi Terjauh...
Oksigen di Galaksi Terjauh Ungkap Rahasia Awal Mula Kehidupan di Bumi
Sunita Williams Wanita...
Sunita Williams Wanita Baja NASA Bagikan Pengalaman 9 Bulan di Luar Angkasa
Donald Trump Siap Bayar...
Donald Trump Siap Bayar Upah Lembur Astronot yang Terlantar
Cincin Saturnus Akan...
Cincin Saturnus Akan Menghilang Akhir Pekan Ini, Berikut Penjelasannya
Roket Rusia Angara-1.2...
Roket Rusia Angara-1.2 Bawa Perlengkapan Militer Melesat Menuju Antariksa
Bumi Berdenyut Setiap...
Bumi Berdenyut Setiap 124 Menit Akibat Sinyal Misterius dari Luar Angkasa
Rekomendasi
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
Berita Terkini
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
7 jam yang lalu
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
8 jam yang lalu
Cara Mengecek Jalan...
Cara Mengecek Jalan Macet atau Tidak Melalui Google Maps, Mudah dan Praktis
9 jam yang lalu
Beragam Respons Soal...
Beragam Respons Soal Kehadiran Manus AI Baru Buatan China
13 jam yang lalu
Elon Musk Tegaskan Akan...
Elon Musk Tegaskan Akan Bertahan di Gedung Putih hingga Misi DOGE Tuntas
16 jam yang lalu
5 Website yang Bisa...
5 Website yang Bisa Menjadi Sumber Cuan
18 jam yang lalu
Infografis
5 Negara yang Mengecam...
5 Negara yang Mengecam Serangan Israel ke Iran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved