Komdigi Interogasi Habis-habisan Petinggi Worldcoin! Ada Apa di Balik Pengumpulan 500 Ribu Retina?
Sabtu, 10 Mei 2025 - 11:25 WIB
loading...
Worldcoin dan WorldID telah berhasil memindai lebih dari 500 ribu retina penduduk Indonesia. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Misteri proyek Worldcoin yang getol mengumpulkan pindaian retina ratusan ribu warga Indonesia akhirnya memasuki babak baru. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), bertindak cepat.
Petinggi World App (induk dari Worldcoin dan WorldID) resmi dipanggil untuk memberikan klarifikasi pedas terkait aktivitas kontroversial mereka. Ada apa sebenarnya di balik "operasi mata" berskala besar ini?
Setelah menerima gelombang keluhan dan keresahan dari masyarakat yang merasa "diintip" matanya, Komdigi tak tinggal diam. Mereka langsung menggelar pertemuan dengan para perwakilan Tools for Humanity (TFH), perusahaan di balik tiga layanan "World" yang menghebohkan itu, pada Rabu (7/5/2025).
“Kami telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi dengan perwakilan Tools for Humanity, yang menaungi tiga layanan World, untuk meminta penjelasan mendalam atas berbagai aspek operasional dan kepatuhan hukum atas layanan World App, Worldcoin, dan WorldID," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, dengan nada serius namun penuh tuntutan, di kantor Komdigi, Jumat (9/5/2025).
Bak seorang hakim yang mencecar terdakwa, Komdigi mengajukan lima pertanyaan krusial yang harus dijawab tuntas oleh pihak World App. Alexander Sabar blak-blakan mengungkapkan poin-poin utama yang menjadi fokus "interogasi" tersebut:
1. Alur Bisnis dan Ekosistem Produk TFH: Apa sebenarnya "dapur" bisnis Worldcoin ini? Bagaimana ekosistem produk mereka bekerja? Apakah ada agenda tersembunyi di balik pengumpulan data retina ini?
Petinggi World App (induk dari Worldcoin dan WorldID) resmi dipanggil untuk memberikan klarifikasi pedas terkait aktivitas kontroversial mereka. Ada apa sebenarnya di balik "operasi mata" berskala besar ini?
Setelah menerima gelombang keluhan dan keresahan dari masyarakat yang merasa "diintip" matanya, Komdigi tak tinggal diam. Mereka langsung menggelar pertemuan dengan para perwakilan Tools for Humanity (TFH), perusahaan di balik tiga layanan "World" yang menghebohkan itu, pada Rabu (7/5/2025).
“Kami telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi dengan perwakilan Tools for Humanity, yang menaungi tiga layanan World, untuk meminta penjelasan mendalam atas berbagai aspek operasional dan kepatuhan hukum atas layanan World App, Worldcoin, dan WorldID," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, dengan nada serius namun penuh tuntutan, di kantor Komdigi, Jumat (9/5/2025).
Bak seorang hakim yang mencecar terdakwa, Komdigi mengajukan lima pertanyaan krusial yang harus dijawab tuntas oleh pihak World App. Alexander Sabar blak-blakan mengungkapkan poin-poin utama yang menjadi fokus "interogasi" tersebut:
1. Alur Bisnis dan Ekosistem Produk TFH: Apa sebenarnya "dapur" bisnis Worldcoin ini? Bagaimana ekosistem produk mereka bekerja? Apakah ada agenda tersembunyi di balik pengumpulan data retina ini?
Lihat Juga :