Riset: Konsumen Indonesia Mudah Selingkuh, Tak Loyal ke Brand Tertentu
Minggu, 22 Agustus 2021 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Hampir 2 dari 3 (64 persen) pembelanja online aktif menggambarkan diri mereka sebagai pembelanja 'terencana' di mana mereka sudah merencanakan dan mempelajari apa yang akan dibelanjakan sebelum berbelanja.
Namun, selama festival belanja online, beberapa dari pembelanja 'terencana' ini menjadi impulsif, di mana hal ini tercermin dari peningkatan proporsi pembelanja 'impulsif' sebesar hampir dua kali lipat.
Faktanya, 42 persen dari pembelanja 'terencana' mengaku berbelanja lebih banyak selama festival belanja online, memberi peluang bagi pemasar mengembangkan strategi yang dapat menjangkau dan memengaruhi para pembelanja tersebut.
Riset ini juga menunjukkan bahwa orang Indonesia cenderung memiliki sifat brand switchers (mudah beralih ke brand lain), dengan 2 dari 5 (44 persen) orang Indonesia cenderung tidak menghiraukan atau bersifat netral terhadap brand yang mereka gunakan saat ini.
Selain itu, lebih dari setengah (52 persen) konsumen tertarik untuk mempelajari tentang brand baru saat festival belanja online.
Meski data menunjukkan rendahnya loyalitas brand di antara pembelanja di Indonesia, namun pemasar memiliki kesempatan untuk berinvestasi lebih dalam mendorong tingkat brand awareness (kesadaran merek), pertimbangan konsumen dan impresinya terhadap brand.
Mengacu pada hasil riset ini, Florencia Eka, Country Manager The Trade Desk di Indonesia, mengatakan bahwa festival belanja online menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pemasar.
Namun, selama festival belanja online, beberapa dari pembelanja 'terencana' ini menjadi impulsif, di mana hal ini tercermin dari peningkatan proporsi pembelanja 'impulsif' sebesar hampir dua kali lipat.
Faktanya, 42 persen dari pembelanja 'terencana' mengaku berbelanja lebih banyak selama festival belanja online, memberi peluang bagi pemasar mengembangkan strategi yang dapat menjangkau dan memengaruhi para pembelanja tersebut.
Riset ini juga menunjukkan bahwa orang Indonesia cenderung memiliki sifat brand switchers (mudah beralih ke brand lain), dengan 2 dari 5 (44 persen) orang Indonesia cenderung tidak menghiraukan atau bersifat netral terhadap brand yang mereka gunakan saat ini.
Selain itu, lebih dari setengah (52 persen) konsumen tertarik untuk mempelajari tentang brand baru saat festival belanja online.
Meski data menunjukkan rendahnya loyalitas brand di antara pembelanja di Indonesia, namun pemasar memiliki kesempatan untuk berinvestasi lebih dalam mendorong tingkat brand awareness (kesadaran merek), pertimbangan konsumen dan impresinya terhadap brand.
Mengacu pada hasil riset ini, Florencia Eka, Country Manager The Trade Desk di Indonesia, mengatakan bahwa festival belanja online menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pemasar.
Lihat Juga :