DUIT Bantu UMKM di Tengah Pandemi Lewat Layanan Internet
Senin, 09 Agustus 2021 - 12:22 WIB
loading...
Ilustrasi layanan internet di era digital menyentuh segala bidang termasuk UMKM. foto/ ist
A
A
A
JAKARTA - PT Link Net Tbk (LINK) meluncurkan DUIT (Dana Usaha dan Internet Tanpa Batas) untuk membantu pengembangan dan pemulihan ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ).
DUIT adalah program kemitraan Link Net dengan Nobu Bank berupa bundling KUR-NET atau produk kredit dana usaha dan layanan internet. Program ini ditujukan bagi seluruh pelanggan ataupun calon pelanggan First Media, khususnya mereka para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di wilayah First Media beroperasi. BACA JUGA - Masih Utuh Selama Ribuan Tahun, Kapal Firaun Dipindahkan
Sutrisno Budidharma, Director of Residential Sales PT Link Net Tbk mengatakan bahwa program DUIT merupakan bagian dari kampanye #BeneranTanpaBatas yang bertujuan untuk mendukung kreativitas dan produktivitas serta mendorong masyarakat semakin solid menghadapi berbagai tantangan, terlebih di masa pandemi ini.
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas perekonomian masyarakat melemah, termasuk mereka yang bergerak di sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), dimana sektor ini berkontribusi besar terhadap PDB nasional dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
![DUIT Bantu UMKM di Tengah Pandemi Lewat Layanan Internet]()
“Sebagai wujud komitmen dan bentuk kepedulian Link Net terhadap kondisi yang dialami oleh para pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan ekonomi kreatif, kami menghadirkan program DUIT. Dengan kredit dana usaha dan layanan internet tanpa batasan kuota, kami berharap perekonomian sektor ini bisa pulih kembali. Selain itu, kami juga menyelenggarakan kegiatan yang dapat memotivasi masyarakat untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya.” Jelas Sutrisno.
Implementasi program DUIT tahap pertama dimulai pada Maret lalu, di wilayah Bandung, Jawa Barat. Menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, 98 persen dari 4,6 juta unit usaha UMKM adalah usaha mikro dan kecil. Kadin KUK Jabar melansir bahwa pendapatan pelaku UMKM mengalami penurunan drastis hingga 80 persen. Ketua Dekranasda Provinsi Jabar usai melakukan tinjauan di acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 pada Maret lalu juga menyebut, dari 58 ribu UMKM Jabar yang terdampak pandemi, 14 ribu diantaranya merupakan sektor ekonomi kreatif.
DUIT adalah program kemitraan Link Net dengan Nobu Bank berupa bundling KUR-NET atau produk kredit dana usaha dan layanan internet. Program ini ditujukan bagi seluruh pelanggan ataupun calon pelanggan First Media, khususnya mereka para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di wilayah First Media beroperasi. BACA JUGA - Masih Utuh Selama Ribuan Tahun, Kapal Firaun Dipindahkan
Sutrisno Budidharma, Director of Residential Sales PT Link Net Tbk mengatakan bahwa program DUIT merupakan bagian dari kampanye #BeneranTanpaBatas yang bertujuan untuk mendukung kreativitas dan produktivitas serta mendorong masyarakat semakin solid menghadapi berbagai tantangan, terlebih di masa pandemi ini.
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas perekonomian masyarakat melemah, termasuk mereka yang bergerak di sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), dimana sektor ini berkontribusi besar terhadap PDB nasional dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Sebagai wujud komitmen dan bentuk kepedulian Link Net terhadap kondisi yang dialami oleh para pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan ekonomi kreatif, kami menghadirkan program DUIT. Dengan kredit dana usaha dan layanan internet tanpa batasan kuota, kami berharap perekonomian sektor ini bisa pulih kembali. Selain itu, kami juga menyelenggarakan kegiatan yang dapat memotivasi masyarakat untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya.” Jelas Sutrisno.
Implementasi program DUIT tahap pertama dimulai pada Maret lalu, di wilayah Bandung, Jawa Barat. Menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, 98 persen dari 4,6 juta unit usaha UMKM adalah usaha mikro dan kecil. Kadin KUK Jabar melansir bahwa pendapatan pelaku UMKM mengalami penurunan drastis hingga 80 persen. Ketua Dekranasda Provinsi Jabar usai melakukan tinjauan di acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 pada Maret lalu juga menyebut, dari 58 ribu UMKM Jabar yang terdampak pandemi, 14 ribu diantaranya merupakan sektor ekonomi kreatif.
Lihat Juga :