Anggota Parlemen AS Kritik YouTube Kids, Isi Konten Dianggap Unfaedah

Kamis, 08 April 2021 - 22:03 WIB
loading...
Anggota Parlemen AS...
Komite parlemen AS mengkritik aplikasi YouTube Kids sebagai konten yang hambar dan konsumeris. Foto/dok
A A A
WASHINGTON - Komite parlemen AS mengkritik aplikasi YouTube Kids sebagai konten yang hambar dan konsumeris. Parlemen juga menyebut kalau isi dari YouTube Kids dipenuhi konten yang tidak pantas.

Mengutip BBC News, Kamis (8/4/2021), dalam sebuah surat kepada kepala eksekutif YouTube Susan Wojcicki, sub-komite AS untuk kebijakan ekonomi dan konsumen mengatakan platform itu penuh dengan "konten yang tidak pantas ... sangat komersial".

BACA: YouTube Akan Punya Fitur Deteksi Produk dan Oyomatis Beri rekomendasi

Menurut surat tersebut, beberapa video tampaknya "menyisipkan pemasaran dan iklan tersembunyi dengan penempatan produk oleh influencer anak-anak".

Surat tersebut menyatakan bahwa satu tim peneliti, yang tidak disebutkan namanya, menemukan hanya sekitar 4% video yang memiliki nilai pendidikan tinggi. Sebagian besar sisanya adalah konten berkualitas rendah seperti unboxing mainan dan video orang yang bermain video game.

Dikatakan juga bahwa seorang ibu telah melaporkan video yang berisi nasihat tentang cara bunuh diri. Setelah video tersebut dilaporkan, surat tersebut menuduh YouTube gagal menghapusnya selama delapan bulan.

Surat tersebut meminta YouTube untuk memberikan sejumlah dokumen, termasuk:

- Informasi tentang 200 saluran teratas dan berapa lama rata-rata waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menontonnya

- Penjelasan mendetail tentang bagaimana iklan berbayar dipilih untuk ditampilkan kepada anak-anak

- Penjelasan tentang bagaimana algoritme rekomendasi menentukan video mana yang akan dipromosikan kepada anak-anak

- Jumlah video yang dihapus karena tidak pantas dari tahun 2016 hingga 2020

- Jumlah saluran atau pembuat yang diblokir selama jangka waktu yang sama

Google meluncurkan YouTube Kids pada tahun 2015 sebagai tempat yang aman bagi anak-anak untuk melihat konten yang sesuai. YouTube mengatakan telah bekerja keras untuk menyediakan "konten yang memperkaya anak-anak".

BACA JUGA: Seperti Laba-laba Raksasa, Penghuni Asli Mars Berhasil Diungkap

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara YouTube mengatakan: "Selama beberapa tahun terakhir, kami telah bekerja keras untuk memberikan perlindungan dan kontrol kepada anak-anak dan keluarga yang memungkinkan mereka untuk melihat konten yang sesuai dengan usia.

"Kami telah melakukan investasi yang signifikan pada aplikasi YouTube Kids untuk membuatnya lebih aman, dan untuk menyajikan konten yang lebih mendidik dan memperkaya anak-anak, berdasarkan prinsip yang dikembangkan bersama para ahli dan orang tua.

"Selain itu, di YouTube , kami tidak menayangkan iklan yang dipersonalisasi bersama konten 'Dibuat untuk Anak-Anak', dan menerapkan perlindungan tambahan untuk memastikan kami merekomendasikan konten yang sesuai dengan usia untuk anak-anak dan keluarga."
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Fitur Pengatur Waktu...
Fitur Pengatur Waktu Baru YouTube Bantu Mengurangi Kecanduan Shorts
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Piala Dunia 2026 Akan...
Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan secara Gratis di YouTube
Iran Siap Serang Google,...
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Bukan Modal Besar, Refa...
Bukan Modal Besar, Refa Ardhi Sebut Hal Ini yang Membantunya Raih 1 Juta Subscribers
Rekomendasi
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved