Lokasi Edge Pertama AWS di Indonesia Diresmikan, Isu Latency Tuntas

Jum'at, 26 Maret 2021 - 00:31 WIB
loading...
Lokasi Edge Pertama AWS di Indonesia Diresmikan, Isu Latency Tuntas
Lokasi edge AWS terbaru menghadirkan peningkatan kinerja dari sisi latency hingga 30% untuk setiap data yang dihantarkan melalui lokasi edge tersebut. Foto/Ist
JAKARTA - AWS resmi meluncurkan lokasi edge pertamanya di Indonesia. Lokasi edge terbaru AWS yang menjadi bagian dari jaringan AWS global ini menghadirkan konektivitas yang aman, andal, dan berkinerja tinggi. Baca juga: Alibaba Cloud Ingin Latih 50.000 Pengangguran Teknologi AI, Analitik Data, dan Cloud

Country Leader AWS Indonesia, Gunawan Susanto, mengatakan, hadirnya lokasi edge tersebut menurut akan mendukung layanan-layanan edge AWS seperti Amazon CloudFront maupun AWS Global Accelerator. Selain itu, lokasi edge AWS terbaru juga menghadirkan peningkatan kinerja dari sisi latency hingga 30 persen untuk setiap data yang dihantarkan melalui lokasi edge tersebut.

Menurut Gunawan, Indonesia telah terhubung dengan jaringan infrastruktur AWS global yang mencakup lebih dari 225 Points of Presence yang dibangun di 90 kota di 47 negara di dunia. Jaringan infrastruktur AWS global ini dirancang dan dibangun guna menghadirkan lingkungan komputasi i yang aman, andal, scalable dan memiliki kinerja jaringan berkualitas tinggi.

Lokasi edge AWS terbaru di Indonesia yang menjadi Point of Presence kesepuluh AWS untuk kawasan Asia Tenggara ini menawarkan beragam kelebihan Amazon CloudFront. Layanan ini merupakan Content Delivery Network (CDN) yang ultra aman untuk mendukung akselerasi penghantaran data, video, aplikasi, serta Application Programming Interfaces (APIs) kepada semua pengguna di seluruh dunia.

Dengan melakukan caching untuk konten yang terdapat pada lokasi edge di Jakarta, pelanggan bisa menikmati beragam keunggulan dari sisi performa, keamanan jaringan, hingga proteksi di level aplikasi yang makin meningkat.



Amazon CloudFront juga menerapkan perlindungan pada data sensitif yang terdapat di edge melalui penerapan protokol, enkripsi, hingga sertifikasi kelaikan (compliance certifications) yang akan memperkuat bangunan keamanan, melalui pengintegrasian AWS Shield untuk melindungi dari serangan-serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dengan AWS Web Application Firewall (WAF) untuk penerapan keamanan pada jaringan.

Amazon CloudFront telah terintegrasi dengan layanan-layanan AWS, seperti Amazon Simple Storage Service (Amazon S3), Elastic Load Balancing, serta Amazon Elastic Compute Cloud (EC2) yang bertindak sebagai origin bagi aplikasi-aplikasi. Selain itu, AWS juga menghadirkan Lambda@Edge yang memungkinkan kode-kode nirserver dijalankan dari lokasi yang lekat dengan pengguna untuk mendukung proses kustomisasi.

Lokasi edge di Jakarta akan mendukung AWS Global Accelerator (AGA). AGA merupakan layanan yang mampu meningkatkan kesediaan dan performa lalu lintas di sisi pengguna melalui pemanfaatan infrastruktur jaringan AWS global. Ketika terjadi gangguan internet, fitur optimisasi routing yang terdapat pada AGA secara otomatis akan membantu menjaga tingkat packet loss, jitter, dan latency menjadi tetap serendah mungkin.

Penyempurnaan pada sisi keamanan dan pengalaman yang dapat dirasakan oleh pengguna berkat hadirnya infrastruktur AWS di tingkat lokal ini diharapkan akan mampu mendukung berbagai sektor bisnis maupun pemerintahan di Indonesia. Sektor-sektor tersebut mulai dari pendidikan, media dan hiburan, gaming, layanan kesehatan, mobile banking, hingga e-commerce. Semua dapat berinovasi secara lebih cepat sebagai bentuk komitmen mereka terhadap para pelanggan.

“Komitmen kami untuk terus meningkatkan kehadiran AWS di Indonesia menjadi jawaban atas masukan-masukan yang telah kami terima dari para pelanggan terkait layanan-layanan baru, serta beragam teknologi cloud canggih yang kami hadirkan bagi seluruh pelanggan di Indonesia maupun global,” tutur Gunawan Susanto.



Dia berharap, peluncuran lokasi edge pertama di Indonesia akan mampu mendukung organisasi dengan beragam skala bisnis dari berbagai sektor industri, termasuk lembaga-lembaga di sektor publik maupun institusi pendidikan, dalam menikmati layanan-layanan dengan tingkat latency yang rendah serta kecepatan transfer data yang tinggi.

“AWS memiliki komitmen jangka panjang untuk Indonesia. Bersama-sama dengan para pelanggan serta mitra, AWS berkomitmen untuk terus dapat menghadirkan layanan cloud yang makin baik guna memenuhi beragam kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Dari Tanah Air, Vibi Cloud yang merupakan salah satu penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia. Mereka telah menerima predikat sebagai AWS Partner Network Select Partner sejak 2019 menyambut positif kehadiran lokasi edge AWS yang pertama di Indonesia ini.

Alfonsus Bram, CEO Vibi Cloud mengatakan, pembangunan lokasi edge AWS di Indonesia diharapkan akan meningkatkan pengalaman digital pelanggannya. Sekaligus, membuka beragam peluang baru serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Kami bangga telah tergabung sebagai anggota AWS Partner Network (APN). Ini selaras dengan komitmen kami untuk turut mendukung akselerasi terwujudnya transformasi digital di Indonesia serta dalam menghadirkan layanan-layanan inovatif bagi para pelanggan,” ujarnya.

AWS sendiri mulai beroperasi di Indonesia sejak 2018 dengan kantor afiliasi yang bertempat di Jakarta. AWS menyediakan layanan konsultasi IT dan berkomitmen untuk mendukung pelanggan-pelanggannya yang meliputi sejumlah organisasi dan perusahaan terkemuka, seperti Amartha, Adskom, Bhinekka, Bizzy, Bridestory.com, Elevenia, FinAccel, Happyfresh, Haldin, Halodoc, Lion Air, OnlinePajak, Optik Seis, Talenta, Ticket.com, Tokopedia, Traveloka, Warung Pintar, dan lainnya guna mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan dan meningkatkan pengalaman bagi setiap pelanggan mereka. Baca juga: Jangan Pergi Lionel Messi!
(iqb)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE