Alibaba Cloud Ingin Latih 50.000 Pengangguran Teknologi AI, Analitik Data, dan Cloud

Rabu, 24 Maret 2021 - 22:05 WIB
loading...
Alibaba Cloud Ingin Latih 50.000 Pengangguran Teknologi AI, Analitik Data, dan Cloud
Alibaba Cloud berkomitmen untuk memberi pelatihan kepada lebih dari 50.000 talenta digital lokal pada 2021.Foto: dok Alibaba Cloud
JAKARTA - Selain aktif “berjualan” layanan komputasi awan di Indonesia, Alibaba Cloud ingin melatih para pencari kerja teknologi berbasis cloud , artificial intelligence, data analitik data.

General Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen mengatakan, dukungan terhadap Program Kartu Prakerja membuktikan bahwa kehadiran mereka di Indonesia untuk jangka panjang.

BACA JUGA: Sudah Dipesan Lebih Dari 1.000 Unit, Ini 6 Alasan Membeli Xiaomi Mi 11

”Dan kami percaya bahwa talenta digital sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya.

Menurut Leon, memanfaatkan teknologi cloud-native Alibaba Cloud seperti AnalyticDB, Data Lake Analytics (DLA) dan Alibaba Cloud Container for Kubernetes, serta kemampuan autoscaling, Alibaba Cloud telah mendukung program kartu prakerja di Indonesia sejak 2020.



Mereka juga telah bekerja sama dengan universitas lokal seperti Universitas Bina Nusantara, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Sekolah Tinggi Teknologi Informasi NIIT (I-TECH), dan Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) untuk pelatihan talenta digital.

Pada 2021, Leon menyebut ingin membina setidaknya 50.000 lebih talenta digital dan membekali mereka dengan pengetahuan dan keahlian mulai dari teknologi berbasis cloud, artificial intelligence, data analitik data.

Direktur Eksekutif Manajeman Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, permasalahan utama di pasar tenaga kerja di Indonesia adalah adanya kesenjangan antara kecakapan yang dimiliki para pencari kerja dengan kecakapan yang dibutuhkan oleh industri.

”Program Kartu Prakerja membangun ekosistem yang sepenuhnya digital agar setiap orang bisa mendapatkan akses pelatihan untuk menambah keterampilan mereka, atau memperkuat kemampuan yang sudah mereka miliki sebelumnya,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Denni, angkatan kerja yang berada di daerah terpencil pun dapat mendapatkan pelatihan yang sama dengan penduduk di kota besar.



Satu tahun sejak diluncurkannya Kartu Prakerja, sudah ada lebih dari 7,9 juta orang di 34 provinsi yang telah menerima dana pelatihan dan insentif tunai yang digunakan untuk peningkatan kecakapan dan pelatihan digital di 1.700 bidang pekerjaan.

BACA JUGA: Mi Robot dan Vacuum Cleaner, Teknologi AIoT Canggih Xiaomi untuk Bebersih Rumah

Menggandeng 165 lembaga pelatihan, 5 mitra pembayaran, 7 platform digital, 4 institusi pendidikan, dan 3 portal pekerjaan, diharapkan partisipasi masyarakat terhadap program Kartu Prakerja dapat terus meningkat di tahun 2021.
(dan)
preload video
Komentar Anda