Bisnis Smartphone Kian Merugi, Huawei Banting Setir ke Peternakan Babi

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:33 WIB
loading...
Bisnis Smartphone Kian Merugi, Huawei Banting Setir ke Peternakan Babi
Ilustrasi logo Huawei. FOTO/ IST
BEIJING - Huawei dikabarkan akan banting setir ke bisnis di bidang peternakan babi untuk mengisi sumber pendapatan lain.

Hal ini dilakukan setelah sejumlah bisnisnya yakni smartphone dan pengembangan jaringan tak kunjung membaik.

China diketahui memiliki industri peternakan babi terbesar di dunia dan merupakan rumah bagi separuh babi hidup di dunia. BACA JUGA - Sudah di Depan Mata, Kosmolog Pastikan Ancaman Nyata Penduduk Bumi Bukan COVID-19

Huawei percaya bahwa teknologi tentu dapat membantu memodernisasi perternakan babi dengan Artificial Intelligence (AI) yang diperkenalkan untuk mendeteksi penyakit dan melacak babi.

Dengan teknologi face recognition atau pengenalan wajah dapat mengidentifikasi masing-masing babi, sementara teknologi lain memantau berat badan, diet, dan kegiatan mereka.



"Peternakan bagi jadi contoh lainnya bagaimana kami merevitalisasi sejumlah industri tradisional dengan Tik (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk membuat lebih banyak nilai pada industri di era 5G," jelas juru bicara Huawei, dikutip dari BBC, Minggu (28/2/2021).

BACA JUGA - Mahkluk Bersisik Besi Penghuni Gunung Berapi Terungkap

Bersamaan dengan teknologi AI untuk peternak babi, Huawei juga bekerja sama dengan industri pertambangan batubara.

Seperti yang diketahui Huawei telah mendapatkan sanksi dari pemerintah AS selama lebih dari dua tahun. Raksasa teknologi dari China itu dilarang mengakses komponen vital setelah pemerintahan Donald Trump saat itu menuding Huawei sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.

Mantan presiden AS itu mengklaim jika Huawei membagikan data penggunanya pada pemerintahan China. Tudingan itu juga berulang kali dibantah oleh pihak perusahaan.



Akibatnya, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia itu dibatasi untuk membuat model 4G karena tidak memiliki izin dari pemerintah AS untuk mengimpor komponen untuk model 5G.

Penjualan smartphone Huawei pun anjlok 42% pada kuartal terakhir 2020 karena kesulitan dengan pasokan microchip yang terbatas akibat dari sanksi AS.

Huawei juga telah dikunci dari pengembangan 5G di sejumlah negara, termasuk Inggris, di tengah kekhawatiran akan keamanan nasional.
(wbs)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE