Obat Anti-Inflamasi Dikabarkan Bisa Selamatkan Pasien COVID-19

Selasa, 23 Februari 2021 - 15:38 WIB
loading...
Obat Anti-Inflamasi...
Obat anti-inflamasi dinilai penting karena dapat menyelamatkan nyawa orang-orang yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kabar gembira disampaikan para ahli yang sedang bekerja menundukkan COVID-19. Dalam penelitian terbaru telah ditemukan obat yang bisa menyelamatkan pasien positif virus Corona .

Obat yang dimaksud adalah obat anti-inflamasi. Obat ini dinilai dapat menyelamatkan nyawa orang-orang yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Menurut sebuah penelitian besar, obat tersebut juga mengurangi kebutuhan ventilasi invasif. Baca juga: Selain Vaksin Sputnik V, Rusia Kembali yang Pertama Menemukan Obat Covid-19

Nature.com menginformasikan, banyak orang dengan gejala COVID-19 yang parah menunjukkan bukti peradangan yang meluas. Obat tocilizumab dirancang untuk meredam respons imun semacam itu, tapi uji klinis sebelumnya tentang manfaatnya pada orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 masih belum jelas.

Peter Horby dan Martin Landray dari Universitas Oxford, Inggris, dan rekan mereka membandingkan lebih dari 2.000 orang yang diobati dengan tocilizumab dengan jumlah sama yang tidak menerima obat tersebut. Peserta penelitian berada di rumah sakit dan menerima oksigen serta memiliki bukti peradangan di seluruh sistem. Hampir semuanya juga menggunakan steroid deksametason.

Para penulis melaporkan 54% orang yang menerima tocilizumab meninggalkan rumah sakit dalam 28 hari, dibandingkan dengan 47% dari mereka yang tidak memakai obat tersebut. Analisis menunjukkan tocilizumab memberikan manfaat selain dari deksametason.

Tim memperkirakan sekitar setengah dari semua orang yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 di Inggris akan mendapat manfaat dari obat tersebut. Tetapi perlu dicatat, temuan terbaru ini belum ditinjau para peneliti lain.

Vaksin Ampuh
Sementara itu, vaksin telah memacu lonjakan antibodi terhadap varian COVID. Satu suntikan vaksin Moderna atau Pfizer memicu respons kekebalan yang kuat terhadap varian SARS-CoV-2 yang muncul, menurut tes pada orang yang telah pulih dari COVID-19.

Vaksin mRNA yang dibuat oleh Moderna di Cambridge, Massachusetts, dan Pfizer di Kota New York sangat efektif dalam mencegah COVID-19 yang disebabkan oleh varian asli SARS-CoV-2. Andrew McGuire di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, Washington, dan rekannya mengumpulkan darah dari sepuluh orang yang telah pulih dari COVID-19.

Mereka mengumpulkan sampel tambahan setelah peserta penelitian menerima satu dosis salah satu dari dua vaksin. Para peneliti kemudian memeriksa tingkat antibodi penetral -yang melindungi sel dari infeksi - terhadap versi asli SAR-CoV-2, yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, dan terhadap B.1.351, varian baru yang mengkhawatirkan, pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Sebelum inokulasi, 1 dari 10 orang memiliki antibodi penawar terhadap virus asli, meskipun tingkat yang dihasilkan sangat bervariasi. Antibodi hanya dari lima orang dapat menetralkan B.1.351. Namun, setelah satu suntikan vaksin, tingkat antibodi penawar terhadap kedua bentuk virus tersebut meningkat sekitar 1.000 kali lipat. Baca juga: Ponsel realme C11 Turun Harga, Ayo Garcep Biar Enggak Kehabisan!
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Virus Marburg yang Sangat...
Virus Marburg yang Sangat Mematikan Muncul di Ghana
Pengobatan Mesir Kuno...
Pengobatan Mesir Kuno Mampu Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19 hingga 50%
Upaya Ilmuwan Hentikan...
Upaya Ilmuwan Hentikan Covid-19 Pakai Nanobodi Llama Membuahkan Hasil
Calon Obat Covid-19,...
Calon Obat Covid-19, WHO Uji Coba Obat dengan Ekstrak Artemisia yang Bikin Gempar
Farma Plus, Situs untuk...
Farma Plus, Situs untuk Cek Ketersedian Obat Covid 19 di Apotek
Hati-Hati, Sembarang...
Hati-Hati, Sembarang Minum Obat Covid-19 Malah Jadi Racun!
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
5 Jenis Antibiotik Beserta...
5 Jenis Antibiotik Beserta Fungsinya, Sering Diresepkan Para Dokter
Ketahui Bahaya Mengkonsumsi...
Ketahui Bahaya Mengkonsumsi Ibuprofen Jika Bersamaan dengan Obat Ini
Rekomendasi
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Berita Terkini
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved