Gesit, Virus Corona Bisa Melompat Langsung dari Kelelawar ke Manusia
loading...

Partikel (merah) SARS-CoV-2 menginfeksi sel manusia. Foto/NIAID/National Institutes of Health/Science Photo Library
A
A
A
JAKARTA - Sedikit demi sedikit misteri penyebaran virus Corona baru terungkap. Temuan baru mengungkap bahwa virus Corona yang gesit dapat melompat langsung dari kelelawar ke manusia.
Hal ini berdasarkan temuan terbaru dari para peneliti. Mereka menyebutkan, beberapa virus Corona yang ditemukan pada kelelawar dapat melompat langsung ke manusia, tanpa perlu evolusi lebih lanjut pada hewan perantara. Baca juga: Rekor! Sehari 13.038 Pasien Sembuh dari Corona
Victor Garcia dari University of North Carolina di Chapel Hill dan rekannya menanamkan tikus dengan jaringan paru-paru manusia dan menginfeksi jaringan dengan berbagai virus Corona, termasuk SARS-CoV-2 dan dua virus Corona terkait erat yang diisolasi dari kelelawar. Semua virus dapat berkembang biak secara efisien di jaringan paru-paru.
Penemuan tersebut menunjukkan virus Corona yang beredar pada kelelawar dapat langsung menginfeksi manusia. Hal ini berpotensi menyebabkan pandemik berikutnya.
Nature.com melaporkan, para peneliti juga menggunakan model hewan untuk menunjukkan bahwa obat antivirus oral yang dikenal sebagai EIDD-2801 dapat secara signifikan mengurangi partikel infeksius SARS-CoV-2 di jaringan paru-paru. Mereka mengatakan bahwa obat tersebut, yang saat ini dalam uji klinis tahap akhir, dapat digunakan untuk mencegah penyakit serta untuk mengobati orang dalam satu atau dua hari setelah terpapar SARS-CoV-2.
Hal ini berdasarkan temuan terbaru dari para peneliti. Mereka menyebutkan, beberapa virus Corona yang ditemukan pada kelelawar dapat melompat langsung ke manusia, tanpa perlu evolusi lebih lanjut pada hewan perantara. Baca juga: Rekor! Sehari 13.038 Pasien Sembuh dari Corona
Victor Garcia dari University of North Carolina di Chapel Hill dan rekannya menanamkan tikus dengan jaringan paru-paru manusia dan menginfeksi jaringan dengan berbagai virus Corona, termasuk SARS-CoV-2 dan dua virus Corona terkait erat yang diisolasi dari kelelawar. Semua virus dapat berkembang biak secara efisien di jaringan paru-paru.
Penemuan tersebut menunjukkan virus Corona yang beredar pada kelelawar dapat langsung menginfeksi manusia. Hal ini berpotensi menyebabkan pandemik berikutnya.
Nature.com melaporkan, para peneliti juga menggunakan model hewan untuk menunjukkan bahwa obat antivirus oral yang dikenal sebagai EIDD-2801 dapat secara signifikan mengurangi partikel infeksius SARS-CoV-2 di jaringan paru-paru. Mereka mengatakan bahwa obat tersebut, yang saat ini dalam uji klinis tahap akhir, dapat digunakan untuk mencegah penyakit serta untuk mengobati orang dalam satu atau dua hari setelah terpapar SARS-CoV-2.
Lihat Juga :