Kini Ada 'Pengadilan Luar Angkasa' untuk Sengketa di Luar Planet
Selasa, 02 Februari 2021 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Didirikan pada tahun 2004, Pengadilan DIFC telah menarik banyak perusahaan asing untuk menengahi perselisihan komersial mereka. Karena selama ini belum memiliki pengadilan yang mengkhususkan diri dalam kegiatan luar angkasa perusahaan swasta.
UEA, yang menerima tujuh emirat termasuk Dubai, telah banyak berinvestasi di sektor luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir. UEA telah mengirim astronot pertamanya ke luar angkasa pada 2019. Tahun lalu UEA juga meluncurkan wahana bernama "Harapan" menuju Mars yang akan mencapai tujuannya minggu depan.
"Itu bagi kami pembuka mata bahwa kami perlu menyediakan infrastruktur yang tepat jika terjadi perselisihan," kata Amna Al Owais, Kepala Panitera di Pengadilan DIFC, kepada AFP.
Owais mengatakan, pihaknya ingin mengatur perselisihan yang bisa saja terjadi di kemudian hari. Misalnya ketidaksepakatan atas pembelian satelit atau tabrakan antar perangkat di luar angkasa. (Baca juga: Bumi akan Kehilangan Bulan Kedua untuk Selamanya)
Perusahaan dan institusi yang berbasis di UEA dan luar negeri sekarang akan memiliki pilihan untuk mengajukan keluhan ke pengadilan, dengan kontrak baru yang berpotensi menetapkan "pengadilan luar angkasa " baru sebagai forum untuk menyelesaikan perselisihan.
UEA, yang menerima tujuh emirat termasuk Dubai, telah banyak berinvestasi di sektor luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir. UEA telah mengirim astronot pertamanya ke luar angkasa pada 2019. Tahun lalu UEA juga meluncurkan wahana bernama "Harapan" menuju Mars yang akan mencapai tujuannya minggu depan.
"Itu bagi kami pembuka mata bahwa kami perlu menyediakan infrastruktur yang tepat jika terjadi perselisihan," kata Amna Al Owais, Kepala Panitera di Pengadilan DIFC, kepada AFP.
Owais mengatakan, pihaknya ingin mengatur perselisihan yang bisa saja terjadi di kemudian hari. Misalnya ketidaksepakatan atas pembelian satelit atau tabrakan antar perangkat di luar angkasa. (Baca juga: Bumi akan Kehilangan Bulan Kedua untuk Selamanya)
Perusahaan dan institusi yang berbasis di UEA dan luar negeri sekarang akan memiliki pilihan untuk mengajukan keluhan ke pengadilan, dengan kontrak baru yang berpotensi menetapkan "pengadilan luar angkasa " baru sebagai forum untuk menyelesaikan perselisihan.
(ysw)
Lihat Juga :