Benarkan Orang yang Divaksin Covid-19 Dilarang Donor Darah Selama Setahun?

Senin, 25 Januari 2021 - 11:55 WIB
loading...
Benarkan Orang yang...
Salah satu informasi yang dipertanyakan publik adalah apakah benar orang yang sudah divaksin Covid-19 tidak boleh atau tidak disarankan mendonorkan darahnya selama satu tahun.
A A A
JAKARTA - Vaksin Covid-19 menjadi isu yang banyak dibahas di masyarakat. Bukan hanya soal kemanjuran atau efek sampingnya, tapi juga isu miring yang mengkhawatirkan orang lain.

Salah satu informasi yang dipertanyakan publik adalah apakah benar orang yang sudah divaksin Covid-19 tidak boleh atau tidak disarankan mendonorkan darahnya selama satu tahun?

BACA JUGA: POCO M3 Entry-Level Killer Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya!

Anggapan ini cukup meresahkan, terlebih karena anggapan tersebut, ada orang yang berpikiran bahwa stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) akan menipis bahkan habis karena pendonornya berkurang banyak.

Tapi, apakah informasi tersebut benar?

Benarkan Orang yang Divaksin Covid-19 Dilarang Donor Darah Selama Setahun?

Direktur Registrasi Obat Badan pengawas Obat dan Makanan sekaligus Juru Bicara Badan POM Dr. Lucia Rizka A menegaskan bahwa informasi tersebut salah besar.

"Itu informasi yang tidak benar. Sebab, penerima vaksin Covid-19 ini malahan sudah memiliki antibodi di dalam darahnya dan itu bagus," katanya saat Webinar 'UNPAR Fights Covid-19: Ensuring Covid-19 Vaccines Work', Minggu (24/1).

Rizka melanjutkan, para penyintas Covid-19 pun disarankan untuk melakukan donor plasma darah kepada orang lain. Jadi, untuk mereka yang divaksin Covid-19, tidak ada masalah jika ingin mendonorkan darahnya.

BACA JUGA: Membandingkan Kotak iPhone 12 Pro dan Galaxy S21+

"Kalau kita sudah mendapatkan vaksin, antibodi di dalam tubuh kita tinggi sehingga darah kita bagus karena mengandung antibodi. Jadi kenapa tidak mendonorkan darah?," terangnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Rekomendasi
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Ini Tersangka Serangan...
Ini Tersangka Serangan Mobil yang Tewaskan 15 Orang di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved