Boncos, Induk Google Hentikan Proyek Balon Internet Loon

Sabtu, 23 Januari 2021 - 19:04 WIB
loading...
Boncos, Induk Google Hentikan Proyek Balon Internet Loon
Perusahaan induk Google, Alphabet, akan menghentikan proyek balon internetnya atau yang lebih dikenal dengan Project Loon.
MOUNTAIN VIEW - Perusahaan induk Google , Alphabet , akan menghentikan proyek balon internetnya atau yang lebih dikenal dengan Project Loon. Project Loon ini menyediakan sinyal internet komersil menggunakan balon.

Proyek itu sudah berjalan sekitar 8 tahun sejak awal diluncurkan, tepatnya Juni 2013 lalu.

BACA JUGA: POCO M3 Entry-Level Killer Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya!

“Jalan menuju kelangsungan komersial telah terbukti jauh lebih lama dan lebih berisiko dari yang diharapkan,” tulis pemimpin X, Astro Teller, dalam blog-nya, dikutip dari The Verge, Sabtu (23/1).



"Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mulai menghentikan operasi dan tidak lagi menjadi Taruhan Lain dalam Alfabet," lanjutnya.

Loon meluncurkan layanan internet komersial pertamanya di Kenya pada bulan Juli tahun lalu, yang terdiri dari sekitar 35 armada balon yang menutupi area seluas sekitar 50.000 kilometer persegi.

Proyek ini juga menyediakan layanan internet ke daerah-daerah yang terkena bencana alam, persahaan menyebarkan balon udara itu ke Puerto Rico setelah Badai Maria pada tahun 2017 dan ke Peru setelah gempa bumi pada tahun 2019.



Teller menambahkan, saat ini karyawan Loon akan menempati di peran lain di X, Google, dan Alphabet. Namun sebagian masih akan tingga untuk memastikan balon udara tersebut berhenti dengan sempurna

BACA JUGA: Jadi Merek Independen, Ini Beda Antara POCO dan Xiaomi

"Sekelompok kecil tim Loon akan tinggal untuk memastikan operasi Loon diselesaikan dengan lancar dan aman - ini termasuk menghentikan layanan pilot Loon di Kenya," kata Teller.

Layanan Loon di Kenya akan berlangsung hingga Maret 2021. Untuk mendukung orang-orang di Kenya yang mungkin terpengaruh oleh hilangnya layanan Loon, perusahaan menjanjikan USD 10 juta untuk mendukung organisasi nirlaba dan bisnis di Kenya yang didedikasikan untuk konektivitas, Internet, kewirausahaan, dan pendidikan.
(dan)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE