Bukalapak: Banyak Muncul Penjual Palugada Gara-Gara Pandemi Covid-19
Minggu, 10 Januari 2021 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
VP of Marketplace Bukalapak Kurnia Rosyada mengatakan, banyak masyarakat yang memanfaatkan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pandemi seperti saat ini. Itu salah satu alasan mengapa transaksi di marketplace mengalami peningkatan signifikan.
”Sepanjang 2020, kami melihat adanya peningkatan transaksi di Bukamall sebesar 17% tiap bulannya,” ujar Kurnia.
Ia juga menyebut adanya perubahan minat pasar yang sangat cepat. Misalnya produk masker dan sepeda menjadi tren minggu lalu, sedangkan pakan ini trennya bisa berubah ke gaming atau berkebun.
Alhasil, selain jumlah penjual online baru di Bukalapak meningkat drastis, banyak bermunculan penjual “palugada”. ”Jika dulunya mereka fokus pada kategori elektronik saja, sekarang sudah merambah kategori lain seperti barang berkebun atau home and living yang dicari konsumen,” ujar Kurnia.
![Bukalapak: Banyak Muncul Penjual Palugada Gara-Gara Pandemi Covid-19]()
Banyak pelapak yang tidak hanya menambah barang, tapi juga kategori barang.
Menurutnya, tren produk yang terjual juga tetap dipengaruhi musim. Misalnya musim hujan seperti sekarang maka produk helm dan jas hujan banyak terjual. Sementara di momen Ramadan, ada peningkatan di produk fashion dan makanan.
”Sepanjang 2020, kami melihat adanya peningkatan transaksi di Bukamall sebesar 17% tiap bulannya,” ujar Kurnia.
Ia juga menyebut adanya perubahan minat pasar yang sangat cepat. Misalnya produk masker dan sepeda menjadi tren minggu lalu, sedangkan pakan ini trennya bisa berubah ke gaming atau berkebun.
Alhasil, selain jumlah penjual online baru di Bukalapak meningkat drastis, banyak bermunculan penjual “palugada”. ”Jika dulunya mereka fokus pada kategori elektronik saja, sekarang sudah merambah kategori lain seperti barang berkebun atau home and living yang dicari konsumen,” ujar Kurnia.

Banyak pelapak yang tidak hanya menambah barang, tapi juga kategori barang.
Menurutnya, tren produk yang terjual juga tetap dipengaruhi musim. Misalnya musim hujan seperti sekarang maka produk helm dan jas hujan banyak terjual. Sementara di momen Ramadan, ada peningkatan di produk fashion dan makanan.
Lihat Juga :