Aplikasi PeduliLindungi Disebut Rawan Malware, Kominfo: Itu Hoax!
Senin, 04 Januari 2021 - 10:30 WIB
loading...
Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, menegaskan bahwa tidak benar aplikasi PeduliLindungi bisa mencuri data pribadi.
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini ramai dibicarakan terkait dugaan aplikasi PeduliLindungi rawan phising dan malware , serta bisa mencuri data pribadi penggunanya. Informasi itu muncul lewat pesan yang beredar di WhatsApp.
Tim AIS dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun telah angkat bicara, dan mengidentifikasi pesan berantai itu sebagai hoaks.
BACA JUGA: Seru, Ternyata Ini Penyebab Seteru Jack Ma dengan Presiden China Xi Jinping...
Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, menegaskan bahwa tidak benar aplikasi PeduliLindungi bisa mencuri data pribadi. Ia juga memastikan bahwa aplikasi yang tersedia di Android, iOS, maupun website, itu aman digunakan.
“Aplikasi PeduliLindungi telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No. 171 tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking, dan fencing, melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung surveilans kesehatan,” tegas Dedy.
Ia menuturkan, aplikasi itu dijamin aman dengan Keputusan Menteri Kominfo No 171 Tahun 2020 yang melengkapi keputusan sebelumnya, yakni Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) melalui Dukungan Pos dan Informatika.
"Keputusan Menteri tersebut bersifat khusus dan juga untuk memberikan jaminan perlindungan data pribadi yang sesuai dengan perundang-undangan," imbuhnya.
BACA JUGA: Jack Ma Berani Kritik Pemerintah China Karena Merasa Istimewa
Dedy menjelaskan, saat ini aplikasi PeduliLindungi digunakan pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang berlangsung pada Januari hingga April 2021.
"Aplikasi PeduliLindungi telah dimanfaatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia. Aplikasi itu telah disempurnakan fiturnya untuk mendukung memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.
Tim AIS dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun telah angkat bicara, dan mengidentifikasi pesan berantai itu sebagai hoaks.
BACA JUGA: Seru, Ternyata Ini Penyebab Seteru Jack Ma dengan Presiden China Xi Jinping...
Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, menegaskan bahwa tidak benar aplikasi PeduliLindungi bisa mencuri data pribadi. Ia juga memastikan bahwa aplikasi yang tersedia di Android, iOS, maupun website, itu aman digunakan.
“Aplikasi PeduliLindungi telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No. 171 tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking, dan fencing, melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung surveilans kesehatan,” tegas Dedy.
Ia menuturkan, aplikasi itu dijamin aman dengan Keputusan Menteri Kominfo No 171 Tahun 2020 yang melengkapi keputusan sebelumnya, yakni Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) melalui Dukungan Pos dan Informatika.
"Keputusan Menteri tersebut bersifat khusus dan juga untuk memberikan jaminan perlindungan data pribadi yang sesuai dengan perundang-undangan," imbuhnya.
BACA JUGA: Jack Ma Berani Kritik Pemerintah China Karena Merasa Istimewa
Dedy menjelaskan, saat ini aplikasi PeduliLindungi digunakan pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang berlangsung pada Januari hingga April 2021.
"Aplikasi PeduliLindungi telah dimanfaatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia. Aplikasi itu telah disempurnakan fiturnya untuk mendukung memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.
(dan)
Lihat Juga :