Pengamat Menilai Merger Indosat dan 3 Indonesia adalah Hal Wajar
Rabu, 23 Desember 2020 - 19:38 WIB
loading...
Meski bisnis telekomunikasi semenjak pandemi membaik, tetapi secara umum dalam beberapa tahun terakhir kinerja industri ini agak berat.
A
A
A
JAKARTA - Pengamat telekomunikasi, Heru Sutadi, menganggap wajar jika Indosat melakukan merger dengan 3 Indonesia . Sebab menurutnya, industri telekomunikasi idealnya di setiap negara paling banyak hanya tiga pemain saja.
Selain itu, meski bisnis telekomunikasi semenjak pandemi membaik, tetapi secara umum dalam beberapa tahun terakhir kinerja industri ini agak berat .
BACA JUGA: Xiaomi Getol Gaungkan Strategi Smartphone X AIoT di 2020, Apa Sih Maksudnya?
Pasalnya, pendapatan dari panggilan suara dan SMS turun tajam karena jumlah pelanggan yang terkoreksi akibat program registrasi prabayar. Sementara pendapatan dari layanan data juga agak berbeda dan tidak setinggi yang diharapkan. Bahkan, beberapa perusahaan dalam kondisi merugi.
"Kalaupun terlihat untung, ini juga karena asetnya terutama menara telekomunikasi dijual," jelas Heru, saat dihubungi Sindonews, Rabu (23/12).
Di sisi lain, terkait nilai merger antara Indosat dengan 3 Indonesia akan tergantung siapa yang diambil atau model konsolidasi. Membeli 100% saham Indosat Ooredoo tentu akan berbeda dengan jika Indosat Ooredoo membeli 100% saham 3 Indonesia.
BACA JUGA: Urban Republic Buka Pre-Order PlayStation 5, Begini Cara Belinya
Tetapi juga ada juga opsi keduanya bergabung dan mendirikan perusahaan baru, dan kepemilikan berdua dengan persentase tertentu. Dari isu yang beredar, opsi ini yang akan diambil.
"Nah, ini yang sampai sekarang masih belum jelas. Sehingga, mungkin kita tunggu saja informasi selanjutnya, apakah pendekatan akan berlanjut ke proses konsolidasi atau seperti apa. Sebab biasanya prosesnya juga akan panjang," tambahnya.
Selain itu, meski bisnis telekomunikasi semenjak pandemi membaik, tetapi secara umum dalam beberapa tahun terakhir kinerja industri ini agak berat .
BACA JUGA: Xiaomi Getol Gaungkan Strategi Smartphone X AIoT di 2020, Apa Sih Maksudnya?
Pasalnya, pendapatan dari panggilan suara dan SMS turun tajam karena jumlah pelanggan yang terkoreksi akibat program registrasi prabayar. Sementara pendapatan dari layanan data juga agak berbeda dan tidak setinggi yang diharapkan. Bahkan, beberapa perusahaan dalam kondisi merugi.
"Kalaupun terlihat untung, ini juga karena asetnya terutama menara telekomunikasi dijual," jelas Heru, saat dihubungi Sindonews, Rabu (23/12).
Di sisi lain, terkait nilai merger antara Indosat dengan 3 Indonesia akan tergantung siapa yang diambil atau model konsolidasi. Membeli 100% saham Indosat Ooredoo tentu akan berbeda dengan jika Indosat Ooredoo membeli 100% saham 3 Indonesia.
BACA JUGA: Urban Republic Buka Pre-Order PlayStation 5, Begini Cara Belinya
Tetapi juga ada juga opsi keduanya bergabung dan mendirikan perusahaan baru, dan kepemilikan berdua dengan persentase tertentu. Dari isu yang beredar, opsi ini yang akan diambil.
"Nah, ini yang sampai sekarang masih belum jelas. Sehingga, mungkin kita tunggu saja informasi selanjutnya, apakah pendekatan akan berlanjut ke proses konsolidasi atau seperti apa. Sebab biasanya prosesnya juga akan panjang," tambahnya.
(dan)
Lihat Juga :