Sharp Indonesia Serius Masuki Ranah Pasar Online

Selasa, 22 Desember 2020 - 23:59 WIB
loading...
Sharp Indonesia Serius Masuki Ranah Pasar Online
Pelanggan setia Sharp mengakses laman e-commerce yang menjajakan beragam produk elektronik Sharp Electronics Indonesia. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Bisnis online di Indonesia tengah booming. Meningkatnya kelas menengah dan ditambah tingkat penetrasi pengguna internet menjadi bumbu utama percepatan tumbuhnya bisnis online dari tahun ke tahun. (Baca juga: Memori Gede, New Galaxy A21s Pas untuk Bikin Konten Bisnis Online )

Di Indonesia terjadi peningkatan pengguna internet sebesar 17% atau sekitar 25 juta jiwa dari total populasi saat ini, yakni 272,1 juta jiwa. Dengan adanya pandemik COVID-19 yang menghajar dunia, setiap orang dipaksa membatasi aktivitasnya di luar ruang dan memindahkan kegiatan bekerja-belajar dari rumah . Imbasnya pengguna internet dan gawai saat ini melonjak.

Aktivitas di rumah menurunkan kegiatan jual beli secara konvesional. Hal tersebut memacu pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan mekanisme jual beli yang sesuai dengan kondisi selama pandemik. Pemasaran secara online menjadi salah satu pilihan yang banyak dilakukan oleh pelaku bisnis guna bertahan dan beradaptasi dengan situasi pola hidup kenormalan baru.

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) yang sudah hidup bersama konsumen Indonesia lebih dari 50 tahun mengklaim sangat mengerti akan kebutuhan konsumennya. Untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk berinovasi dalam meningkatkan layanannya yang beorientasi pada kepuasan pelanggan.

“Mengutip data dari Hootsuite pada bulan Januari 2020 lalu, ada catatan mengenai peningkatan pengeluaran belanja online untuk kategori elektronik dari tahun 2019 ke 2018 sebesar 48%. Ini merupakan peluang bagi kami untuk meningkatkan performa penjualan online, saat ini kontribusi dari penjualan online masih di bawah 10%," ungkap Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Cepat tanggap terhadap situasi, melatarbelakangi Sharp Indonesia meluncurkan Electronic Store (SHARP E-Store). Toko elektronik tersebut merupakan upaya Sharp dalam mengembangkan bisnisnya guna mengakomodasi perubahan perilaku konsumen yang sudah mulai nyaman berbelanja produk elektronik secara online. Ini juga guna menjawab tantangan zaman yang semakin serbadigital.

“Melalui SHARP E-Store, kami memberikan kemudahan bagi konsumen setia kami untuk bisa mendapatkan produk-produk kami dengan mudah tanpa harus melakukan kunjungan ke toko, berbekal perangkat gawai, konsumen dapat melakukan transaksi pembelian dengan ringkas,” tutur Andry.

Menjadi bagian dari www.id.sharp, SHARP E–Store akan mengklasifikasi kategori produk baru secara ekslusif, seperti sepeda, masker dan produk-produk unik lainnya. Untuk mengaksesnya cukup mudah, konsumen cuma perlu mengunjungi situs Sharp lalu meng-klik ikon E-Store yang terletak di kolom sisi sebelah kanan atas. Kemudian konsumen bisa langsung menelusuri produk-produk yang ditawarkan.

Memiliki sekitar 10.000 ribu toko rekanan yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 10 toko online tidak menghentikan Sharp untuk terus melakukan ekspansi bisnisnya. “Strategi kami dalam menghadapi tantangan era digital adalah dengan menggabungkan pemasaran offline dan online bersama-sama. Kami percaya dengan dukungan dan kepercayaan dari semua pihak, baik rekan dealer offline dan online kita semua akan sukses dan maju bersama," kata Andry.

Menargetkan 1 juta pengunjung di bulan pertama peluncurannya, Sharp yakin toko elektronik besutannya akan mampu bersaing dan terus tumbuh. Ke depannya Sharp E-Store juga akan membantu dalam memasarkan dan mempromosikan produk-produk pelaku UMKM binaan Sharp sebagai kontribusi tanggung jawab sosialnya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan performa UMKM di platform digital.

“Temukan beragam penawaran menarik untuk setiap pembelian produk di Sharp E-Store selama bulan December 2020," kata Andry. (Baca juga: Daya Beli Menurun, Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Rp11 Triliun )
(iqb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1721 seconds (10.177#12.26)