Memori Gede, New Galaxy A21s Pas untuk Bikin Konten Bisnis Online

loading...
Memori Gede, New Galaxy A21s Pas untuk Bikin Konten Bisnis Online
Memiliki warna baru, silver, Samsung Galaxy A21s diperkuat memori internal yang lebih besar, yakni 128 GB dan dapat diperlebar hingga 512 GB. Foto/Ist
JAKARTA - Pasar ponsel midranger ke bawah menjadi kue yang diperebutkan banyak merek. Guna memperkuat dominasinya, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) meluncurkan varian terbaru dari Galaxy A21s .

Memiliki warna baru, silver, smartphone diperkuat memori internal yang lebih besar, yakni 128 GB dan dapat diperlebar hingga 512 GB. Peluncurannya juga terbilang istimewa, karena melalui acara Galaxy Creator Workshop bertajuk “Create Awesome Content for Your Business”. (Baca juga: PNS Ramping Birokrasi Efisien )

Hal itu seakan menegaskan bahwa Galaxy A21s yang dilego Rp3 jutaan itu dapat membantu penggunanya membuat konten yang keren di media sosial. Bahkan akan membantu bisnis online yang memang membutuhkan ilustrasi gambar cantik dan sedetail mungkin.

“Selama masa pandemik, sebuah survei menunjukan bahwa 68% masyarakat Indonesia lebih sering berbelanja online dibandingkan periode sebelum pandemik. Artinya, momentum ini menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk mulai membuat konten yang 'Awesome' untuk bisnis online-nya agar lebih meyakinkan konsumen untuk bertransaksi di lapaknya,” ungkap Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.



Dia menjelaskan, konten Awesome seperti foto atau video produk menjadi hal yang bisa meningkatkan konsiderasi konsumen membeli produk. Mengusung teknologi quad camera untuk membuat konten Awesome dan kapasitas memori besar untuk keleluasaan untuk menyimpan konten promosi, Samsung Galaxy A21s dipersenjatai Quad Camera, baterai besar 5.000 mAh, dan prosesor Exynos 850 yang cerdas menghemat konsumsi daya. "Handphone siap menjadi daily driver yang pas untuk menghasilkan konten yang mumpuni,” tambah Irfan.

Integrasi offline ke online menjadi solusi yang baik bagi masyarakat Indonesia, untuk tetap dapat mengakses produk-produk pilihan dari pelapak terpercaya mereka, tanpa harus keluar rumah. Tren pembelian yang meningkat merupakan momentum bagi masyarakat untuk memulai jualan secara online.

Selain itu, sebuah survei yang dilakukan pada bulan Juni 2020 kepada 20.000 anak muda berusia 16-35 tahun, menemukan fakta bahwa 2.200 di antaranya merupakan pelaku usaha kategori UMKM. Dan 1 dari 5 pelaku bisnis tersebut aktif berjualan di berbagai platform e-commerce untuk pertama kalinya.



“Layanan e-commerce menjadi alternatif konsumen untuk berbelanja di tengah pandemi. Hingga kini Bukalapak memiliki 6 juta pelapak, 6 juta Mitra Bukalapak dan 100 juta pengguna," ujar Ian Agisti Rani, Merchant Community and Engagement Lead Bukalapak.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR ANDA
Top