Ilmuwan Dunia Bersuka Cita saat Joe Biden Menangi Pilpres AS, Ini Alasannya

Selasa, 10 November 2020 - 03:20 WIB
loading...
A A A
“Ini adalah bukti kekuatan dan ketahanan sains AS yang telah bertahan selama empat tahun terakhir,” kata James Wilsdon, seorang ilmuwan sosial di University of Sheffield di Inggris, seperti dilansir Nature.com. “Sekarang dapat menantikan periode stabilitas yang sangat dibutuhkan dan dukungan dari pemerintahan (Biden).”

Prioritas Utama
Salah satu pesanan pertama Biden adalah menerapkan rencana respons pandemik yang lebih agresif. Pada 6 November, Amerika Serikat mencatat lebih dari 130.000 infeksi virus Corona baru dalam satu hari -jumlah tertinggi yang dilaporkan di mana pun di seluruh dunia sejak wabah dimulai.

Trump berusaha meremehkan COVID-19 sambil menentang upaya negara bagian dan lokal untuk menahan virus Corona karena terlalu mahal. Sebaliknya, tim Biden telah berkomitmen meningkatkan program uji dan penelusuran COVID-19, bekerja dengan pejabat tingkat negara bagian dan lokal guna menerapkan mandat maskr secara nasional dan memperkuat fasilitas kesehatan masyarakat.

Tim Biden juga berjanji untuk "mendengarkan sains". Pemerintahan Trump telah berulang kali mengesampingkan para ilmuwan pemerintah di badan kesehatan masyarakat, seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan Administrasi Makanan dan Obat selama pandemik.

Dengan Biden yang bertanggung jawab, kata Charo, ada banyak badan pemerintah yang sekarang akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan benar.

Pemerintahan Biden juga akan membuka kembali jalur komunikasi dengan negara lain dan organisasi internasional dalam memerangi virus Corona. Trump menarik Amerika Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia awal tahun ini, mengkritik badan internasional itu karena mendukung China, tempat wabah itu dimulai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Rekomendasi
Mantan Wasit FIFA Bongkar...
Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Berita Terkini
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved