Ilmuwan Dunia Bersuka Cita saat Joe Biden Menangi Pilpres AS, Ini Alasannya

Selasa, 10 November 2020 - 03:20 WIB
loading...
A A A
“Joe Biden dan Kamala Harris memahami bahwa tidak ada negara yang dapat menghadapi tantangan kita saat ini sendirian dan mudah-mudahan akan terlibat kembali dan membantu membentuk kembali institusi multilateral berbasis sains,” kata Marga Gual Soler, pakar diplomasi sains dan penasihat kebijakan untuk Uni Eropa.

Prioritas utama lainnya untuk Biden adalah membalikkan banyak kebijakan yang berdampak pada iklim, lingkungan, dan kesehatan masyarakat yang diberlakukan di bawah Trump.

Di bagian atas masalah adalah perjanjian iklim Paris 2015. Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari perjanjian ini pada 4 November, tetapi Biden, mengatakan, dia akan bergabung kembali dengan pakta tersebut setelah menjabat pada Januari. Biden dan Harris juga mengkampanyekan rencana senilai USD2 triliun untuk meningkatkan energi bersih, memodernisasi infrastruktur, dan mengekang emisi gas rumah kaca.

Terpilihnya Biden memiliki makna khusus bagi para ilmuwan di Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), yang telah menderita akibat upaya Trump membatalkan peraturan, meningkatkan pengaruh industri, dan merusak cara sains digunakan untuk menyusun aturan guna mengekang polusi dan melindungi kesehatan masyarakat.

"Pemerintahan Trump mencoba mengubah DNA organisasi," kata Dan Costa, seorang ahli toksikologi yang mengepalai program penelitian udara, iklim, dan energi badan tersebut hingga Januari 2018. Dia merupakan salah satu dari banyak ilmuwan veteran di EPA yang akhirnya memilih untuk pergi selama masa jabatan Trump. (Baca juga: Catat ya, 2 Hari Lagi Kamu Berkesempatan Punya Ponsel Multimedia dan Gaming )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Rekomendasi
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved