Ilmuwan Dunia Bersuka Cita saat Joe Biden Menangi Pilpres AS, Ini Alasannya
Selasa, 10 November 2020 - 03:20 WIB
loading...
Kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS menggantikan Donald Trump disambut suka cita para ilmuwan dunia. Foto/Ist
A
A
A
WASHINGTON - Para ilmuwan di Amerika Serikat , bahkan dunia, bersuka cita dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS menggantikan Donald Trump . Kehadiran anak penjual mobil bekas ini diharapkan membalikkan kebijakan antisains selama empat tahun yang diadopsi Trump.
“Mimpi buruk nasional panjang kita sudah berakhir,” kata Alta Charo, ahli bioetika di University of Wisconsin Law School, mengutip ucapan Presiden Gerald Ford yang terkenal dengan istilah yang sarat skandal dari pendahulunya, Richard Nixon. (Baca juga: Warga Diimbau Waspadai Puncak Iklim La Nina hingga Januari 2021 )
Begitu Biden menjabat pada 20 Januari, dia akan memiliki kesempatan membalikkan banyak kebijakan yang diperkenalkan oleh Pemerintahan Trump yang dianggap merusak sains dan kesehatan masyarakat.
Ini termasuk tindakannya terhadap perubahan iklim, imigrasi, dan pandemik COVID-19, yang dapat merenggut lebih dari seperempat juta jiwa di Amerika Serikat sebelum Trump meninggalkan jabatannya pada Januari nanti.
Biden, mantan Wakil Presiden AS di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama, telah berjanji untuk meningkatkan program uji dan penelusuran AS untuk membantu mengendalikan virus Corona. Dia siap membawa AS bergabung kembali dengan perjanjian Protokol Paris untuk memerangi pemanasan global, dan mencabut larangan perjalanan dan pembatasan visa yang membuat AS menjadi tujuan yang kurang diminati oleh para peneliti asing.
Wakil Presiden terpilih Biden, Kamala Harris, seorang pengacara dan senator AS dari California, akan menjadi wanita pertama yang meraih salah satu dari dua jabatan teratas di negara itu. Dia juga menjadi wanita kulit hitam pertama dan orang Asia-Amerika pertama yang terpilih sebagai wakil presiden, di negara yang diliputi oleh ketegangan rasial belakangan ini. (Baca juga: Sambut Kepulangan Habib Rizieq di Bandara Soetta, Simpatisan Menginap di Masjid )
“Mimpi buruk nasional panjang kita sudah berakhir,” kata Alta Charo, ahli bioetika di University of Wisconsin Law School, mengutip ucapan Presiden Gerald Ford yang terkenal dengan istilah yang sarat skandal dari pendahulunya, Richard Nixon. (Baca juga: Warga Diimbau Waspadai Puncak Iklim La Nina hingga Januari 2021 )
Begitu Biden menjabat pada 20 Januari, dia akan memiliki kesempatan membalikkan banyak kebijakan yang diperkenalkan oleh Pemerintahan Trump yang dianggap merusak sains dan kesehatan masyarakat.
Ini termasuk tindakannya terhadap perubahan iklim, imigrasi, dan pandemik COVID-19, yang dapat merenggut lebih dari seperempat juta jiwa di Amerika Serikat sebelum Trump meninggalkan jabatannya pada Januari nanti.
Biden, mantan Wakil Presiden AS di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama, telah berjanji untuk meningkatkan program uji dan penelusuran AS untuk membantu mengendalikan virus Corona. Dia siap membawa AS bergabung kembali dengan perjanjian Protokol Paris untuk memerangi pemanasan global, dan mencabut larangan perjalanan dan pembatasan visa yang membuat AS menjadi tujuan yang kurang diminati oleh para peneliti asing.
Wakil Presiden terpilih Biden, Kamala Harris, seorang pengacara dan senator AS dari California, akan menjadi wanita pertama yang meraih salah satu dari dua jabatan teratas di negara itu. Dia juga menjadi wanita kulit hitam pertama dan orang Asia-Amerika pertama yang terpilih sebagai wakil presiden, di negara yang diliputi oleh ketegangan rasial belakangan ini. (Baca juga: Sambut Kepulangan Habib Rizieq di Bandara Soetta, Simpatisan Menginap di Masjid )
Lihat Juga :