Gara-Gara Pandemi, Konsumen Jadi Ketagihan Pakai Dompet Digital
Kamis, 24 September 2020 - 12:10 WIB
loading...
Penetrasi dompet digital mencapai 29% di tengah pandemi karena perubahan tingkah laku masyarakat ke belanja online.
A
A
A
JAKARTA - Ternyata penggunaan dompet digital justru meningkat di tengah pandemi. Alasannya sederhana. Karena masyarakat berupaya untuk menghindari kontak langsung dengan melakukan transaksi pembayaran menggunakan uang fisik. BACA JUGA:Transaksi Keuangan Elektronik Terus Melonjak di Masa Pandemi
Gerai-gerai offline yang tutup juga memaksa konsumen berbelanja secara daring.
Dan tentu saja, kalau pun gerai offline buka, sebagian besar toko fisik juga melakukan kebijakan pembayaran secara cashless, yang semakin membuka peluang bagi penyedia layanan dompet digital untuk meningkatkan penetrasinya ke masyarakat.
Masyarakat juga sudah mulai banyak yang memanfaatkan pembayaran tagihan menggunakan layanan dompet digital.
Peluang ini turut dimanfaatkan oleh sektor e-commerce atau belanja online yang mengincar transaksi untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Sebab,sebagian besar platform belanja online telah memasukan produk kebutuhan sehari-hari sebagai prioritas.
BACA JUGA :MNC Bank Berbagi Tips Aman dari Intaian Kejahatan Siber
Hal ini juga menjawab kebijakan PSBB yang memaksa masyarakat untuk melakukan kegiatannya di rumah saja, termasuk belanja kebutuhan sehari-hari.
Jadi tak heran, mengacu pada laporan yang dipaparkan oleh lembaga riset Populix, pemenuhan kebutuhan konsumsi harian menggunakan transaksi dompet digital tercatat sebesar 29,67% di tengah pandemi
Sementara penggunaan dompet digital untuk melakukan pembayaran tagihan persentasenya mencapai 35,24%.
Tak hanya itu, pemanfaatan layanan dompet digital untuk transaksi bisnis juga mencatatkan tingkat penetrasi yang positif, yakni mencapai 17,56%.
Laporan ini dirangkum lembaga survei Populix dengan melibatkan lebih dari 95 ribu responden.
Populix sendiri merupakan platform market research yang bisa membantu pelaku usaha mencari tahu kebutuhan pasar.
BACA JUGA :Dompet Digital Jadi Pilihan Beri Angpau Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
”Di masa pandemi ini, pelaku usaha juga harus menghadapi risiko bisnis yang besar. Risiko ini bisa dikurangi dengan riset pasar yang akurat,” tulis keterangan resmi mereka.
Riset pasar menjadi metode efektif dalam melihat kebutuhan dan keinginan pasar. Apalagi dengan data akurat. Sehingga perusahaan bisa menemukan celah untuk meraup keuntungan bisnis setelah bisa memetakan kebutuhan pasar.
Gerai-gerai offline yang tutup juga memaksa konsumen berbelanja secara daring.
Dan tentu saja, kalau pun gerai offline buka, sebagian besar toko fisik juga melakukan kebijakan pembayaran secara cashless, yang semakin membuka peluang bagi penyedia layanan dompet digital untuk meningkatkan penetrasinya ke masyarakat.
Masyarakat juga sudah mulai banyak yang memanfaatkan pembayaran tagihan menggunakan layanan dompet digital.
Peluang ini turut dimanfaatkan oleh sektor e-commerce atau belanja online yang mengincar transaksi untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Sebab,sebagian besar platform belanja online telah memasukan produk kebutuhan sehari-hari sebagai prioritas.
BACA JUGA :MNC Bank Berbagi Tips Aman dari Intaian Kejahatan Siber
Hal ini juga menjawab kebijakan PSBB yang memaksa masyarakat untuk melakukan kegiatannya di rumah saja, termasuk belanja kebutuhan sehari-hari.
Jadi tak heran, mengacu pada laporan yang dipaparkan oleh lembaga riset Populix, pemenuhan kebutuhan konsumsi harian menggunakan transaksi dompet digital tercatat sebesar 29,67% di tengah pandemi
Sementara penggunaan dompet digital untuk melakukan pembayaran tagihan persentasenya mencapai 35,24%.
Tak hanya itu, pemanfaatan layanan dompet digital untuk transaksi bisnis juga mencatatkan tingkat penetrasi yang positif, yakni mencapai 17,56%.
Laporan ini dirangkum lembaga survei Populix dengan melibatkan lebih dari 95 ribu responden.
Populix sendiri merupakan platform market research yang bisa membantu pelaku usaha mencari tahu kebutuhan pasar.
BACA JUGA :Dompet Digital Jadi Pilihan Beri Angpau Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
”Di masa pandemi ini, pelaku usaha juga harus menghadapi risiko bisnis yang besar. Risiko ini bisa dikurangi dengan riset pasar yang akurat,” tulis keterangan resmi mereka.
Riset pasar menjadi metode efektif dalam melihat kebutuhan dan keinginan pasar. Apalagi dengan data akurat. Sehingga perusahaan bisa menemukan celah untuk meraup keuntungan bisnis setelah bisa memetakan kebutuhan pasar.
(dan)
Lihat Juga :