Belajar dari Iran, AS Pesan 3.000 Rudal Murah Barracuda-500M

Senin, 25 Mei 2026 - 07:02 WIB
loading...
Belajar dari Iran, AS...
Rudal Murah Barracuda-500M. FOTO/ Viet
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat menandatangani kontrak untuk membeli 3.000 rudal Barracuda-500M untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauhnya dan memperluas persenjataannya untuk peperangan skala besar di Pasifik.

Angkatan Darat AS baru saja menandatangani perjanjian untuk membeli setidaknya 3.000 rudal jelajah Barracuda-500M yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Anduril Industries, sebuah langkah yang dipandang sebagai peningkatan signifikan terhadap kemampuan serangan jarak jauhnya dan perluasan persediaan senjatanya untuk mendukung skenario konflik intensitas tinggi di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut informasi yang dirilis pada 15 Mei, kontrak tersebut mencakup lebih dari 60 peluncur dalam kontainer dan proses pengiriman yang berlangsung selama tiga tahun, dimulai pada tahun 2027. Sistem ini dirancang untuk penyebaran cepat dari lokasi yang tersebar, membantu militer AS meningkatkan kemampuan bertahan hidupnya terhadap serangan pendahuluan.

Sistem peluncur rudal kontainer Barracuda-500M AS selama uji penyebaran daya tembak jarak jauh, yang mendukung strategi peperangan tersebar di kawasan Indo-Pasifik.

Barracuda-500M adalah rudal jelajah subsonik yang ditenagai oleh mesin turbojet, dengan jangkauan lebih dari 500 mil laut, atau sekitar 926 km.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Rekomendasi
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Trump Sebut Wasit Piala...
Trump Sebut Wasit Piala Dunia 2026 Raphael Claus Mencurigakan, Begini Respons FIFA
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
Berita Terkini
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
Cdidel Sandy Harianto:...
Cdidel Sandy Harianto: dari Iseng Nonton Live Streaming, Kini Jadi Idola Pemain Car Driving Indonesia
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved