DARPA Kembangkan Sistem Anti Drone untuk Kapal Kargo

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:33 WIB
loading...
DARPA Kembangkan Sistem...
DARPA. FOTO/ DARPA
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) saat ini mempercepat pengembangan sistem pertahanan drone khusus untuk kapal kargo menyusul meningkatnya ancaman drone udara dan permukaan di zona konflik seperti Laut Hitam, Laut Merah, dan Selat Hormuz.



Proyek terbaru yang dikembangkan oleh DARPA bersama Raytheon, yang dikenal sebagai Pulling Guard, dirancang untuk melindungi kapal komersial yang tidak diizinkan membawa senjata ofensif di atas kapal.

Menurut pengumuman resmi Raytheon, sistem Pulling Guard dikembangkan sebagai platform semi-otonom yang ditarik di belakang kapal kargo, dilengkapi dengan sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR), perangkat lunak deteksi ancaman, dan kemampuan komando dan kontrol terintegrasi.

Sistem ini juga menggunakan drone yang diikat yang memberikan titik pandang tinggi untuk pemantauan lingkungan kapal secara real-time.

DARPA menyatakan bahwa drone yang terikat tali memberikan cakupan survei yang lebih luas daripada sensor dek biasa, memungkinkan deteksi dini kendaraan udara tak berawak (USV), drone udara, dan ancaman lainnya.

Data deteksi kemudian dikirim ke operator jarak jauh yang dapat mengendalikan beberapa unit Pulling Guard secara bersamaan, dengan keputusan untuk menyerang masih memerlukan persetujuan manusia.

Meskipun DARPA belum mengkonfirmasi senjata yang akan digunakan, laporan teknis mengatakan sistem tersebut berpotensi menggunakan rudal, peperangan elektronik, dan senjata energi terarah termasuk laser dan gelombang mikro, tergantung pada fase pengembangan.

Fase pertama program ini akan melibatkan simulasi serangan untuk mengevaluasi kinerja sensor dan perangkat lunak, sementara fase kedua akan melibatkan integrasi peluncur sebenarnya untuk demonstrasi operasional langsung.

Proyek Pulling Guard muncul seiring dengan semakin banyaknya penggunaan drone murah dalam peperangan modern, termasuk oleh Ukraina, yang telah berhasil menghancurkan pesawat dan kapal Rusia menggunakan drone udara dan permukaan.

Keberhasilan ini menjadikan drone sebagai ancaman berbiaya rendah namun sangat mumpuni, mendorong negara-negara dan perusahaan pelayaran untuk mencari solusi pertahanan baru.

Fenomena ini juga dilaporkan oleh New Atlas, yang menyoroti bagaimana jalur pelayaran global kini sedang diubah oleh kehadiran ancaman drone.

Pulling Guard juga berfungsi sebagai solusi "jalan belakang" untuk masalah hukum internasional: kapal kargo tidak dapat membawa senjata berat karena peraturan maritim global.

Dengan menempatkan sistem senjata pada platform yang ditarik di belakang kapal, secara teknis hal itu tidak membuat kapal kargo itu sendiri dipersenjatai, sehingga mematuhi peraturan yang berlaku sekaligus meningkatkan keselamatan. -
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Gara-gara Senjata Murahan...
Gara-gara Senjata Murahan Iran, Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat
DJI Gugat Insta360 karena...
DJI Gugat Insta360 karena Dicurigai Curi Enam Paten Teknologinya
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Rekomendasi
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Berita Terkini
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Infografis
Kapal Induk Nuklir Harry...
Kapal Induk Nuklir Harry S Truman AS Tabrakan dengan Kapal Kargo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved