Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:45 WIB
loading...
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI. Foto/ Daily
A A A
BEIJIN - Kegilaan terhadap Kecerdasan Buatan (AI) mendorong umat manusia ke era paradoks: menggunakan AI untuk menemukan solusi dalam memerangi perubahan iklim, tetapi pusat data AI itu sendiri mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, mengancam akan menghancurkan tujuan iklim global.


Menurut laporan terbaru dari Forum Ekonomi Dunia (WEF), jawaban atas dilema ini bukan terletak pada pengurangan AI, tetapi pada lompatan maju yang disebut komputasi kuantum optik. Teknologi inovatif ini, yang menggunakan partikel cahaya untuk menggantikan listrik tradisional, diharapkan akan mengantarkan era baru AI yang ramah lingkungan, sangat canggih, dan sepenuhnya tanpa cela.

Selama 35 tahun terakhir, sistem komputasi kuantum berbasis elektron telah menghadapi hambatan fatal: panas berlebih dan masalah penskalaan. Seiring bertambahnya jumlah qubit (bit kuantum – unit informasi dasar dalam komputer kuantum), sistem membutuhkan mesin pendingin besar untuk menjaga suhu mendekati nol mutlak (sekitar -273 derajat Celcius), yang mengonsumsi energi dalam jumlah sangat besar hanya untuk mencegah chip mengalami kegagalan.

Menurut para pengamat, langkah yang mengubah permainan adalah integrasi teknologi optik ke dalam pemrosesan kuantum. Alih-alih memaksa elektron untuk bergerak dan menghasilkan panas dalam sirkuit semikonduktor, komputer kuantum optik mengirimkan informasi menggunakan foton, yang merupakan partikel cahaya.

Tidak seperti listrik konvensional, cahaya bergerak dengan kecepatan maksimum di alam semesta, tidak menghasilkan panas internal, dan hampir tidak mengonsumsi energi selama proses transfer informasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
Berita Terkini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved