Gara-gara Senjata Murahan Iran, Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat

Kamis, 09 April 2026 - 08:13 WIB
loading...
Gara-gara Senjata Murahan...
Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat. Foto/Viet
A A A
TEHERAN - Sejak awal perang antara AS dan Israel dengan Iran, Iran secara konsisten mengerahkan drone produksi massal dan murah, termasuk seri Shahed – yang juga telah digunakan dalam konflik di Ukraina.

Negara-negara Teluk dan pasukan AS terutama menggunakan sistem pertahanan udara yang mahal untuk pencegahan. Sebuah rudal pencegat Patriot dapat berharga sekitar USD4 juta per unit, sementara sebuah UAV Shahed diperkirakan hanya berharga sekitar USD20.000. Perbedaan yang sangat besar ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan strategi pertahanan saat ini.

Toru Tokushige, CEO Terra Drone, sebuah perusahaan Jepang, mengatakan bahwa permintaan dari Timur Tengah telah melonjak sejak konflik meningkat. Ia percaya bahwa menggunakan sistem mahal untuk melawan senjata yang lebih murah "tidak lagi layaksecara ekonomi" dan memaksa negara-negara untuk mempertimbangkan kembali.

Solusi yang diusulkan adalah UAV pencegat Terra A1, yang dikembangkan bersama oleh Terra Drone dan perusahaan Ukraina Amazing Drones. Perangkat ini, dengan harga sekitar USD2.500, dirancang untuk secara langsung melawan serangan drone Shahed.

Berdasarkan perjanjian kerja sama, Terra Drone akan bertanggung jawab memasarkan produk tersebut secara internasional, sekaligus menyediakan modal dan dukungan teknologi manufaktur. Namun, Terra A1 belum diuji dalam kondisi pertempuran dan diharapkan akan dikirimkan ke tentara Ukraina dalam beberapa bulan mendatang untuk evaluasi di dunia nyata.

Pada minggu pertama konflik, Iran meluncurkan lebih dari 1.000 drone dan diyakini mampu memproduksi hingga 10.000 per bulan, sehingga meningkatkan tekanan pada sistem pertahanan udara tradisional.

Terra Drone menyatakan telah membangun kehadiran di Arab Saudi melalui penyediaan drone sipil kepada perusahaan minyak milik negara, Saudi Aramco. Perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan kehadiran tersebut guna membangun kemampuan manufaktur drone pencegat sendiri di Timur Tengah.

Menurut Tokushige, ini adalah area di mana kekuatan manufaktur Jepang dapat dimanfaatkan, mengingat meningkatnya permintaan akan solusi pertahanan berbiaya rendah
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Rekomendasi
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Berita Terkini
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved