Ngeri-ngeri Sedap! CEO Microsoft AI Prediksi Setahun Lagi Pekerjaan Kantoran Hilang?

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:03 WIB
loading...
A A A
Jika prediksi tersebut terwujud, dampaknya terhadap ekonomi global akan signifikan.

Respons Politik: “Gempa Ekonomi”

Senator Bernie Sanders dari Vermont menyebut prediksi Suleyman sebagai “gempa ekonomi”.
“Jika apa yang dikatakan CEO Microsoft AI benar, ini adalah gempa ekonomi,” ujar Sanders. Ia bahkan menyerukan moratorium pembangunan pusat data AI agar teknologi tersebut “bekerja untuk pekerja, bukan hanya miliarder.”

Pada Desember lalu, Sanders juga meminta moratorium serupa, meskipun peluang realisasinya kecil. Perusahaan Big Tech menggelontorkan ratusan miliar dolar AS pada 2025 untuk pembangunan data center.

Jika diasumsikan “ratusan miliar dolar” berarti minimal USD200 miliar, maka nilainya setara sekitar Rp3.160 triliun. Investasi sebesar ini menunjukkan bahwa industri AI bukan lagi eksperimen, melainkan arus utama ekonomi global.

Presiden Donald Trump bahkan mendorong percepatan pembangunan data center sebagai bagian dari strategi teknologi nasional.

Prediksi otomatisasi total dalam 12–18 bulan terdengar agresif. Dalam sejarah revolusi industri, transformasi pekerjaan memang terjadi, tetapi jarang dalam rentang waktu sesingkat itu.
AI memang unggul dalam:

Analisis data skala besar

Pembuatan konten berbasis pola

Otomatisasi tugas administratif

Pemrograman berbasis template

Namun, banyak pekerjaan white-collar melibatkan pengambilan keputusan berbasis konteks sosial, etika, dan negosiasi kompleks yang belum sepenuhnya dapat direplikasi AI.

Dari sisi perusahaan, otomatisasi berarti efisiensi biaya. Jika satu sistem AI dapat menggantikan beberapa pekerja dengan gaji tahunan misalnya USD50.000 (sekitar Rp790 juta per tahun), maka insentif finansialnya sangat kuat.

Namun dari sisi makroekonomi, pengurangan besar-besaran tenaga kerja akan menekan daya beli. Jika jutaan pekerja kehilangan penghasilan, konsumsi rumah tangga turun, dan roda ekonomi bisa melambat.

Siapa yang Paling Rentan?

Pekerjaan entry-level white-collar seperti:

Junior accountant
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Kecerdasan Buatan Merambah...
Kecerdasan Buatan Merambah Industri Asuransi, Hanwha Life Perkenalkan AI Financial Advisor
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Rekomendasi
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
Microsoft Tidak Lagi...
Microsoft Tidak Lagi Berencana untuk Merilis Windows 10X
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved