Ngeri-ngeri Sedap! CEO Microsoft AI Prediksi Setahun Lagi Pekerjaan Kantoran Hilang?

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:03 WIB
loading...
Ngeri-ngeri Sedap! CEO...
CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman memprediksi mayoritas pekerjaan kantoran akan terotomatisasi AI dalam 12–18 bulan ke depan. Foto: Wikipedia
A A A
JAKARTA - Prediksi CEO Microsoft AI bahwa sebagian besar pekerjaan white-collar akan terotomatisasi dalam 12–18 bulan memicu perdebatan global tentang masa depan tenaga kerja dan stabilitas ekonomi.

Kecerdasan buatan kembali menjadi pusat perhatian setelah Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, menyatakan bahwa dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, sebagian besar—bahkan hampir seluruh—tugas profesional di sektor white-collar dapat diotomatisasi oleh AI.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Suleyman mengatakan bahwa AI akan mencapai “human-level performance” untuk mayoritas tugas profesional.

“Saya pikir kita akan mencapai performa setingkat manusia pada sebagian besar, jika bukan seluruh, tugas profesional,” ujarnya. “Pekerjaan white-collar, di mana Anda duduk di depan komputer sebagai akuntan, manajer proyek, atau staf pemasaran—sebagian besar tugas tersebut akan sepenuhnya diotomatisasi oleh AI dalam 12 hingga 18 bulan.”

Pernyataan ini bukan sekadar opini optimistis. Ia mencerminkan tren percepatan integrasi AI di lingkungan kerja, terutama pada sektor teknologi.

Suleyman menyoroti bidang rekayasa perangkat lunak sebagai contoh konkret. Menurutnya, sebagian besar produksi kode kini sudah dibantu AI. “AI-assisted coding kini digunakan untuk mayoritas produksi kode,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan relasi manusia dan teknologi ini terjadi hanya dalam enam bulan terakhir.

Microsoft sendiri menjadi pemain utama dalam gelombang ini. Perusahaan mengembangkan Copilot, berinvestasi miliaran dolar AS di OpenAI dan Anthropic, serta mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produk perkantoran.

Dalam lima tahun terakhir, AI berkembang pesat. Namun kemajuan ini juga membawa konsekuensi. Laporan terbaru menyebut munculnya fenomena “AI fatigue” di kalangan software engineer: produktivitas meningkat, tetapi ekspektasi kerja ikut melonjak, memicu kelelahan.

Ancaman Pengangguran Massal?

Pernyataan Suleyman sejalan dengan sejumlah tokoh AI lainnya.

Stuart Russell, ilmuwan komputer dan salah satu penulis buku AI paling otoritatif di dunia, menyebut para pemimpin politik tengah mempertimbangkan kemungkinan “80 persen pengangguran” akibat AI.

Menurutnya, profesi mulai dari ahli bedah hingga CEO berisiko terdampak.

Dario Amodei, CEO dan co-founder Anthropic, bahkan menyatakan bahwa AI berpotensi menghapus setengah dari pekerjaan white-collar entry-level.

“Kami sebagai pembuat teknologi ini punya kewajiban untuk jujur tentang apa yang akan datang,” kata Amodei. “Saya rasa ini belum benar-benar masuk radar banyak orang.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Kecerdasan Buatan Merambah...
Kecerdasan Buatan Merambah Industri Asuransi, Hanwha Life Perkenalkan AI Financial Advisor
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Rekomendasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 9 Jenis Pekerjaan Ini Akan Hilang di 2030
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved