Penuhi Target LDL-C, Daewoong Luncurkan Inovasi Kombinasi Dislipidemia
Kamis, 09 Oktober 2025 - 01:36 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), menjelaskan bahwa dahulu target LDL-kolesterol untuk pasien kardiovaskular risiko tinggi adalah <100 mg/dL atau <70 mg/dL.
Namun, pada kadar tersebut pun, banyak pasien masih berisiko tinggi mengalami kejadian kardiovaskular mayor seperti serangan jantung dan stroke.
Ia menekankan bahwa pedoman ESC/EAS 2021 bahkan menurunkan target untuk pasien risiko sangat tinggi menjadi <55 mg/dL, menegaskan kembali prinsip bahwa “semakin rendah, semakin baik”.
Dr. Ade menambahkan, “Dalam lanskap terapi global yang terus berkembang, monoterapi saja tidak cukup. Pendekatan dual-inhibition dengan rosuvastatin dan ezetimibe menjadi jalur optimal untuk mencapai target LDL-C dan mempertahankan hasil jangka panjang.”Terapi dual-inhibition mengombinasikan rosuvastatin, yang menekan sintesis kolesterol di hati, dengan ezetimibe, yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus.
Kombinasi ini memungkinkan pasien mencapai kadar target dengan lebih efektif dan aman dibandingkan monoterapi.Keunggulan Terapi Dislipidemia DaewoongTerapi dislipidemia Daewoong terbukti memberikan penurunan LDL-C yang lebih kuat dibandingkan terapi yang ada sebelumnya.
Terapi ini menunjukkan efikasi lebih tinggi dan risiko efek samping lebih rendah dibandingkan monoterapi statin, mampu menurunkan LDL-C lebih dari 50% bahkan pada dosis rendah 10/2,5 mg, sepenuhnya selaras dengan paradigma “Lower is Better”.
Selain itu, terapi ini tersedia dalam tiga opsi dosis (10/5 mg, 10/10 mg, 10/20 mg), termasuk kombinasi dosis rendah 10/5 mg pertama di Indonesia, sehingga memungkinkan terapi yang lebih dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.
Rosuvastatin, sebagai satu-satunya statin dengan bukti klinis dapat memperlambat progresi aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan lemak/plak), semakin memperkuat potensi terapi Daewoong untuk menjadi standar baru dalam tata laksana dislipidemia
Namun, pada kadar tersebut pun, banyak pasien masih berisiko tinggi mengalami kejadian kardiovaskular mayor seperti serangan jantung dan stroke.
Ia menekankan bahwa pedoman ESC/EAS 2021 bahkan menurunkan target untuk pasien risiko sangat tinggi menjadi <55 mg/dL, menegaskan kembali prinsip bahwa “semakin rendah, semakin baik”.
Dr. Ade menambahkan, “Dalam lanskap terapi global yang terus berkembang, monoterapi saja tidak cukup. Pendekatan dual-inhibition dengan rosuvastatin dan ezetimibe menjadi jalur optimal untuk mencapai target LDL-C dan mempertahankan hasil jangka panjang.”Terapi dual-inhibition mengombinasikan rosuvastatin, yang menekan sintesis kolesterol di hati, dengan ezetimibe, yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus.
Kombinasi ini memungkinkan pasien mencapai kadar target dengan lebih efektif dan aman dibandingkan monoterapi.Keunggulan Terapi Dislipidemia DaewoongTerapi dislipidemia Daewoong terbukti memberikan penurunan LDL-C yang lebih kuat dibandingkan terapi yang ada sebelumnya.
Terapi ini menunjukkan efikasi lebih tinggi dan risiko efek samping lebih rendah dibandingkan monoterapi statin, mampu menurunkan LDL-C lebih dari 50% bahkan pada dosis rendah 10/2,5 mg, sepenuhnya selaras dengan paradigma “Lower is Better”.
Selain itu, terapi ini tersedia dalam tiga opsi dosis (10/5 mg, 10/10 mg, 10/20 mg), termasuk kombinasi dosis rendah 10/5 mg pertama di Indonesia, sehingga memungkinkan terapi yang lebih dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.
Rosuvastatin, sebagai satu-satunya statin dengan bukti klinis dapat memperlambat progresi aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan lemak/plak), semakin memperkuat potensi terapi Daewoong untuk menjadi standar baru dalam tata laksana dislipidemia
Lihat Juga :