Penuhi Target LDL-C, Daewoong Luncurkan Inovasi Kombinasi Dislipidemia
Kamis, 09 Oktober 2025 - 01:36 WIB
loading...
A
A
A
.Dr. Ade Meidian Ambari menambahkan, “Bagi pasien risiko sangat tinggi, strategi dual-inhibition yang menekan sintesis sekaligus penyerapan kolesterol adalah cara paling efektif mencapai target LDL-C. Terapi dislipidemia Daewoong memberikan pendekatan ini, dengan peningkatan signifikan pada hasil terapi pasien.”Bukti Klinis Skala Besar:
Dalam simposium tersebut, Daewoong juga memaparkan data perbandingan antara monoterapi statin dan terapi kombinasi.Prof. JeeHoon Kang dari Seoul National University Hospital mempresentasikan hasil studi RACING yang melibatkan 3.780 pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) di Korea Selatan.
Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap rosuvastatin dan ezetimibe, mekanisme dual-inhibition yang sama dengan terapi Daewoong, mencapai tingkat keberhasilan target LDL-C satu tahun yang lebih tinggi dibandingkan monoterapi statin intensitas tinggi (73% vs. 55%), dengan tingkat penghentian terapi yang lebih rendah, sehingga lebih menguntungkan untuk kepatuhan jangka panjang (The Lancet, 2022).
Prof. JeeHoon Kang berkomentar, “Dalam praktik klinis, sebagian besar pasien masih gagal mencapai target terapi. Terapi dislipidemia Daewoong hadir sebagai alternatif yang tepat waktu dan relevan.”
Ia menambahkan, “Dengan dual-inhibition, terapi ini menurunkan beban efek samping sekaligus meningkatkan efektivitas, yang sangat mengesankan.
Pedoman 2025 akan menetapkan target LDL-C yang lebih ketat, dan terapi dislipidemia Daewoong siap menjadi tolok ukur baru.”Strategi Masuk Pasar di IndonesiaMelalui partisipasi di ASMIHA, Daewoong Pharmaceutical menyiapkan peluncuran resmi terapi dislipidemia di Indonesia pada November 2025. Dengan visi “Smarter Strategy for Uncompromised LDL-C Control”,
Daewoong berkomitmen menyediakan pilihan terapi inovatif bagi dokter dan pasien di Indonesia, sekaligus menempatkan terapinya sebagai standar baru dalam tata laksana dislipidemia di kawasan ASEAN.
Prof. JeeHoon Kang menyatakan, “Terapi kombinasi dosis tetap dislipidemia dari Daewoong menghadirkan alternatif baru dengan menurunkan LDL-kolesterol secara efektif sekaligus mengurangi beban efek samping dari statin dosis tinggi.” Ia menambahkan, “Pendekatan ini memberi manfaat nyata baik bagi pasien maupun dokter
Dalam simposium tersebut, Daewoong juga memaparkan data perbandingan antara monoterapi statin dan terapi kombinasi.Prof. JeeHoon Kang dari Seoul National University Hospital mempresentasikan hasil studi RACING yang melibatkan 3.780 pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) di Korea Selatan.
Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap rosuvastatin dan ezetimibe, mekanisme dual-inhibition yang sama dengan terapi Daewoong, mencapai tingkat keberhasilan target LDL-C satu tahun yang lebih tinggi dibandingkan monoterapi statin intensitas tinggi (73% vs. 55%), dengan tingkat penghentian terapi yang lebih rendah, sehingga lebih menguntungkan untuk kepatuhan jangka panjang (The Lancet, 2022).
Prof. JeeHoon Kang berkomentar, “Dalam praktik klinis, sebagian besar pasien masih gagal mencapai target terapi. Terapi dislipidemia Daewoong hadir sebagai alternatif yang tepat waktu dan relevan.”
Ia menambahkan, “Dengan dual-inhibition, terapi ini menurunkan beban efek samping sekaligus meningkatkan efektivitas, yang sangat mengesankan.
Pedoman 2025 akan menetapkan target LDL-C yang lebih ketat, dan terapi dislipidemia Daewoong siap menjadi tolok ukur baru.”Strategi Masuk Pasar di IndonesiaMelalui partisipasi di ASMIHA, Daewoong Pharmaceutical menyiapkan peluncuran resmi terapi dislipidemia di Indonesia pada November 2025. Dengan visi “Smarter Strategy for Uncompromised LDL-C Control”,
Daewoong berkomitmen menyediakan pilihan terapi inovatif bagi dokter dan pasien di Indonesia, sekaligus menempatkan terapinya sebagai standar baru dalam tata laksana dislipidemia di kawasan ASEAN.
Prof. JeeHoon Kang menyatakan, “Terapi kombinasi dosis tetap dislipidemia dari Daewoong menghadirkan alternatif baru dengan menurunkan LDL-kolesterol secara efektif sekaligus mengurangi beban efek samping dari statin dosis tinggi.” Ia menambahkan, “Pendekatan ini memberi manfaat nyata baik bagi pasien maupun dokter
(wbs)
Lihat Juga :