10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!
Rabu, 04 Juni 2025 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun tenaga kudanya rendah, Kolb menjanjikan bahwa mesin tersebut mendorong pesawat dengan mudah, mencapai kecepatan tertinggi 63 MPH (sekitar 101 km/jam). Untuk lepas landas, pesawat ini memiliki laju pendakian 750 kaki per menit (sekitar 228,6 meter per menit). Anda bisa memiliki salah satu pesawat ini dengan biaya sekitar yang sama dengan sebuah mobil. Calon pilot perlu membayar sekitar USD20.000 (sekitar Rp320 juta) untuk kit lengkapnya, lalu merakit pesawat itu sendiri.
3. Piper J-3 Cub: Pesawat Pelatihan Legendaris 40 HP Era Perang!
Salah satu pesawat bermesin tunggal paling populer, Piper J-3 Cub awalnya menghasilkan 40 HP. Pada saat itu, harga Cub hanya sekitar USD1.000 (sekitar Rp16 juta).
Setelah keluar pada tahun 1937, J-3 Cub dengan cepat menjadi pesawat pelatihan favorit, dan pada tahun 1939, Piper memproduksi satu unit setiap 20 menit. Mengapa permintaan begitu tinggi? J-3 Cub tidak hanya populer untuk peserta pelatihan, tetapi juga digunakan oleh militer untuk operasi seperti observasi dan ambulans udara. Faktanya, militer membeli lebih dari 5.600 unit Grasshoppers, yaitu J-3 Cub yang dimodifikasi dengan cat hijau.
J-3 Cub kecil namun lincah, dan 40 HP-nya bukanlah masalah dalam sebagian besar operasi. Namun, mengerikan rasanya membayangkan begitu banyak pilot ditugaskan untuk menavigasi wilayah musuh dengan pesawat sekecil dan bertenaga rendah itu. Sebagai perbandingan, pesawat tercepat Piper, M700 Fury, mencapai 700 HP.
4. Eipper Quicksilver: Ultralight Tanpa Kokpit yang Memecahkan Rekor!
Pada masa-masa awal manufaktur pesawat ultraringan, Eipper Quicksilver memiliki spesifikasi yang cukup mengesankan. Eipper Quicksilver asli menawarkan 35 HP, dan meskipun pesawat ultraringan modern memiliki daya yang jauh lebih besar, itu sudah cukup untuk membuat pesawat ini lepas landas. Namun, pengalaman terbangnya tidaklah terlalu "magis".
Foto-foto menunjukkan bahwa kokpit Eipper Quicksilver sangatlah sederhana. Kursi pilot tidak benar-benar berada di kokpit, melainkan terbuka ke udara. Dibandingkan dengan J-3 Cub, Quicksilver hampir tidak menyerupai pesawat dalam hal desain. Ia juga tidak bisa terbang lebih cepat dari 52 MPH (sekitar 83,7 km/jam), dengan kecepatan jelajah 40 MPH (sekitar 64,4 km/jam).
5. Ford Flivver: Mimpi Henry Ford yang Berakhir Tragis
Pada 1926, seorang insinyur aeronautika merancang sebuah pesawat yang dapat muat di dalam kantor Henry Ford. Ford Flivver yang sangat kecil ini memenuhi ekspektasi Ford dalam hal ukuran, dan mesin 35 HP-nya menggerakkan banyak penerbangan, baik jarak jauh maupun pendek, sebelum pesawat itu dipensiunkan. Henry Ford menunjuk Harry Brooks, yang menjadi karyawan Ford setelah memukau Ford dengan keterampilan terbangnya, sebagai pilot uji coba untuk Flivver. Brooks kemudian menerbangkan pesawat di sekitar kampus Ford. Ia juga membawa Flivver dalam perjalanan yang lebih jauh, termasuk penerbangan sukses dari Michigan ke Florida.
Sayangnya, Harry Brooks meninggal dunia selama upaya penerbangan jarak jauh berikutnya. Kecelakaan itu disalahkan pada masalah mesin, dan Brooks tidak pernah ditemukan dari reruntuhan. Awalnya, Ford berharap dapat membuat penerbangan terjangkau bagi orang biasa dengan Flivver. Namun, proyek tersebut akhirnya terhenti sebelum mencapai jalur manufaktur karena betapa dalamnya kematian Brooks memengaruhi Ford.
6. Aerolite 103: Ringan, Tangguh, dan Bisa Dibangun Sendiri!
Pesawat ultraringan kit lain dengan tenaga kuda yang sangat rendah adalah Aerolite 103. Dengan tenaga hanya 28 HP dari mesin Hirth F33, Aerolite 103 tampaknya mampu mencapai kecepatan maksimum 63 MPH (sekitar 101 km/jam).
Sebagai pilihan lain bagi pilot yang ingin menguji pesawat bertenaga rendah sendiri, kit Aerolite 103 memberi Anda opsi untuk merakitnya sendiri (DIY). Tetapi jika Anda menginginkan pesawat yang telah dirakit sepenuhnya, harganya sekitar USD30.000 (sekitar Rp480 juta) — termasuk mesin 28 HP. Jika dilihat, pesawat ini tidak tampak terlalu kecil. Aerolite 103 memiliki berat sekitar 235 pon (sekitar 106,6 kg) saat kosong, tetapi memiliki rentang sayap hampir 27 kaki (sekitar 8,2 meter).
7. Rutan Quickie: Desain Unik, Tenaga Minim, dan Kontroversi!
Terinspirasi oleh pesawat buatan sendiri lainnya, para perancang Rutan Quickie berusaha berhemat anggaran sambil membuat pengalaman terbang menjadi menyenangkan. Hasilnya adalah Quickie 22 HP, sebuah pesawat kit yang akhirnya memenangkan penghargaan desain. Meskipun sudah ketinggalan zaman, Quickie asli diproduksi pada akhir 1970-an dengan mesin tunggal dan satu tempat duduk.
3. Piper J-3 Cub: Pesawat Pelatihan Legendaris 40 HP Era Perang!
![10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!]()
Salah satu pesawat bermesin tunggal paling populer, Piper J-3 Cub awalnya menghasilkan 40 HP. Pada saat itu, harga Cub hanya sekitar USD1.000 (sekitar Rp16 juta).
Setelah keluar pada tahun 1937, J-3 Cub dengan cepat menjadi pesawat pelatihan favorit, dan pada tahun 1939, Piper memproduksi satu unit setiap 20 menit. Mengapa permintaan begitu tinggi? J-3 Cub tidak hanya populer untuk peserta pelatihan, tetapi juga digunakan oleh militer untuk operasi seperti observasi dan ambulans udara. Faktanya, militer membeli lebih dari 5.600 unit Grasshoppers, yaitu J-3 Cub yang dimodifikasi dengan cat hijau.
J-3 Cub kecil namun lincah, dan 40 HP-nya bukanlah masalah dalam sebagian besar operasi. Namun, mengerikan rasanya membayangkan begitu banyak pilot ditugaskan untuk menavigasi wilayah musuh dengan pesawat sekecil dan bertenaga rendah itu. Sebagai perbandingan, pesawat tercepat Piper, M700 Fury, mencapai 700 HP.
4. Eipper Quicksilver: Ultralight Tanpa Kokpit yang Memecahkan Rekor!
![10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!]()
Pada masa-masa awal manufaktur pesawat ultraringan, Eipper Quicksilver memiliki spesifikasi yang cukup mengesankan. Eipper Quicksilver asli menawarkan 35 HP, dan meskipun pesawat ultraringan modern memiliki daya yang jauh lebih besar, itu sudah cukup untuk membuat pesawat ini lepas landas. Namun, pengalaman terbangnya tidaklah terlalu "magis".
Foto-foto menunjukkan bahwa kokpit Eipper Quicksilver sangatlah sederhana. Kursi pilot tidak benar-benar berada di kokpit, melainkan terbuka ke udara. Dibandingkan dengan J-3 Cub, Quicksilver hampir tidak menyerupai pesawat dalam hal desain. Ia juga tidak bisa terbang lebih cepat dari 52 MPH (sekitar 83,7 km/jam), dengan kecepatan jelajah 40 MPH (sekitar 64,4 km/jam).
5. Ford Flivver: Mimpi Henry Ford yang Berakhir Tragis
![10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!]()
Pada 1926, seorang insinyur aeronautika merancang sebuah pesawat yang dapat muat di dalam kantor Henry Ford. Ford Flivver yang sangat kecil ini memenuhi ekspektasi Ford dalam hal ukuran, dan mesin 35 HP-nya menggerakkan banyak penerbangan, baik jarak jauh maupun pendek, sebelum pesawat itu dipensiunkan. Henry Ford menunjuk Harry Brooks, yang menjadi karyawan Ford setelah memukau Ford dengan keterampilan terbangnya, sebagai pilot uji coba untuk Flivver. Brooks kemudian menerbangkan pesawat di sekitar kampus Ford. Ia juga membawa Flivver dalam perjalanan yang lebih jauh, termasuk penerbangan sukses dari Michigan ke Florida.
Sayangnya, Harry Brooks meninggal dunia selama upaya penerbangan jarak jauh berikutnya. Kecelakaan itu disalahkan pada masalah mesin, dan Brooks tidak pernah ditemukan dari reruntuhan. Awalnya, Ford berharap dapat membuat penerbangan terjangkau bagi orang biasa dengan Flivver. Namun, proyek tersebut akhirnya terhenti sebelum mencapai jalur manufaktur karena betapa dalamnya kematian Brooks memengaruhi Ford.
6. Aerolite 103: Ringan, Tangguh, dan Bisa Dibangun Sendiri!
![10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!]()
Pesawat ultraringan kit lain dengan tenaga kuda yang sangat rendah adalah Aerolite 103. Dengan tenaga hanya 28 HP dari mesin Hirth F33, Aerolite 103 tampaknya mampu mencapai kecepatan maksimum 63 MPH (sekitar 101 km/jam). 
Sebagai pilihan lain bagi pilot yang ingin menguji pesawat bertenaga rendah sendiri, kit Aerolite 103 memberi Anda opsi untuk merakitnya sendiri (DIY). Tetapi jika Anda menginginkan pesawat yang telah dirakit sepenuhnya, harganya sekitar USD30.000 (sekitar Rp480 juta) — termasuk mesin 28 HP. Jika dilihat, pesawat ini tidak tampak terlalu kecil. Aerolite 103 memiliki berat sekitar 235 pon (sekitar 106,6 kg) saat kosong, tetapi memiliki rentang sayap hampir 27 kaki (sekitar 8,2 meter).
7. Rutan Quickie: Desain Unik, Tenaga Minim, dan Kontroversi!
![10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!]()
Terinspirasi oleh pesawat buatan sendiri lainnya, para perancang Rutan Quickie berusaha berhemat anggaran sambil membuat pengalaman terbang menjadi menyenangkan. Hasilnya adalah Quickie 22 HP, sebuah pesawat kit yang akhirnya memenangkan penghargaan desain. Meskipun sudah ketinggalan zaman, Quickie asli diproduksi pada akhir 1970-an dengan mesin tunggal dan satu tempat duduk.

Lihat Juga :