Gojek Dicomot Grab? Raksasa Asing Bicara, Apakah Nasib Ojol Lokal di Ujung Tanduk?
Kamis, 15 Mei 2025 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
- Akses Modal untuk UMKM: Grab dan OVO telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun pembiayaan usaha ke 25.000+ UMKM. Melalui GrabMart Pasar, 5.200+ pedagang pasar di 7 kota kini terdigitalisasi.
- Dorong Energi Bersih & Inklusi Digital: Grab mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019, mengurangi 26.000 ton emisi karbon dan menghemat 11 juta liter BBM, mendukung transisi energi hijau di sektor transportasi.
Artinya, walau memang benar bahwa Grab adalah milik asing, tapi diklaim memiliki dampak positif bagi Indonesia. Klaim mereka status PMA tidak mengurangi komitmen dan kontribusi mereka terhadap kemajuan Indonesia.
Tentu, bayang-bayang akuisisi oleh Grab terhadap Gojek tetap menjadi isu sensitif. Kekhawatiran akan dominasi asing semakin mencuat jika dua raksasa lokal ini bersatu di bawah bendera perusahaan yang secara hukum berstatus PMA. Akankah talenta-talenta lokal tetap memegang kendali, atau justru kendali strategis akan semakin terpusat di tangan pemodal asing?
Baca Juga: Driver Ojol hingga Konsumen Bisa Dirugikan Jika Grab dan Gojek Merger
Meskipun Grab terus meyakinkan akan komitmennya terhadap Indonesia, pertanyaan mengenai arah industri transportasi daring jika merger benar-benar terjadi masih menggantung di udara. Akankah persaingan sehat tetap terjaga? Atau justru konsumen dan mitra pengemudi akan berada dalam posisi yang kurangmenguntungkan?
- Dorong Energi Bersih & Inklusi Digital: Grab mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019, mengurangi 26.000 ton emisi karbon dan menghemat 11 juta liter BBM, mendukung transisi energi hijau di sektor transportasi.
Artinya, walau memang benar bahwa Grab adalah milik asing, tapi diklaim memiliki dampak positif bagi Indonesia. Klaim mereka status PMA tidak mengurangi komitmen dan kontribusi mereka terhadap kemajuan Indonesia.
Tentu, bayang-bayang akuisisi oleh Grab terhadap Gojek tetap menjadi isu sensitif. Kekhawatiran akan dominasi asing semakin mencuat jika dua raksasa lokal ini bersatu di bawah bendera perusahaan yang secara hukum berstatus PMA. Akankah talenta-talenta lokal tetap memegang kendali, atau justru kendali strategis akan semakin terpusat di tangan pemodal asing?
Baca Juga: Driver Ojol hingga Konsumen Bisa Dirugikan Jika Grab dan Gojek Merger
Meskipun Grab terus meyakinkan akan komitmennya terhadap Indonesia, pertanyaan mengenai arah industri transportasi daring jika merger benar-benar terjadi masih menggantung di udara. Akankah persaingan sehat tetap terjaga? Atau justru konsumen dan mitra pengemudi akan berada dalam posisi yang kurangmenguntungkan?
(dan)
Lihat Juga :