Gojek Dicomot Grab? Raksasa Asing Bicara, Apakah Nasib Ojol Lokal di Ujung Tanduk?
Kamis, 15 Mei 2025 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Model PMA bukanlah hal eksklusif bagi Grab. Skema ini juga digunakan oleh pelaku industri lainnya, mulai dari sesama platform ride-hailing, e-commerce, fintech, logistik, hingga sektor manufaktur dan energi terbarukan.
Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa yang telah bertransformasi menjadi unicorn atau decacorn pun tak jarang mendapatkan pendanaan dari investor asing melalui struktur PMA. Melalui PMA, investasi asing mengalir ke dalam negeri, membiayai riset dan pengembangan, memperluas infrastruktur, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memperkuat kapasitas nasional.
Skema ini juga membuka peluang bagi talenta lokal untuk berkembang dalam ekosistem global, sekaligus menjadi jalur penting dalam transfer pengetahuan dan teknologi yang berdampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.
Grab mengklaim telah memberikan dampak positif dan inklusif bagi masyarakat. Ini beberapa diantaranya;
- Kontribusi terhadap PDB Nasional: Industri ride-hailing dan pengantaran daring menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia (Studi ITB, 2023). Grab berkontribusi setengah dari PDB industri (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari seluruh ekosistem layanan Grab.
- Menjangkau 1 dari 4 Orang Indonesia: 1 dari 4 orang Indonesia menggunakan layanan industri ride-hailing dan pengantaran daring, baik sebagai konsumen maupun mitra (Studi ITB, 2023), menunjukkan peran Grab dalam nadi kehidupan sehari-hari masyarakat.
- Transformasi Sosial & Peluang Penghasilan: Lebih dari 50% mitra pengemudi Grab sebelumnya menganggur; kini mereka memiliki penghasilan dan akses pelatihan keterampilan serta literasi digital dan keuangan.
- Dukung UMKM dan Ciptakan Lapangan Kerja: Sejak 2020, Grab telah mendorong terciptanya 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM. Di kota seperti Jayapura dan Kupang, 50% merchant Grab adalah wirausahawan baru.
Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa yang telah bertransformasi menjadi unicorn atau decacorn pun tak jarang mendapatkan pendanaan dari investor asing melalui struktur PMA. Melalui PMA, investasi asing mengalir ke dalam negeri, membiayai riset dan pengembangan, memperluas infrastruktur, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memperkuat kapasitas nasional.
Skema ini juga membuka peluang bagi talenta lokal untuk berkembang dalam ekosistem global, sekaligus menjadi jalur penting dalam transfer pengetahuan dan teknologi yang berdampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.
Grab mengklaim telah memberikan dampak positif dan inklusif bagi masyarakat. Ini beberapa diantaranya;
- Kontribusi terhadap PDB Nasional: Industri ride-hailing dan pengantaran daring menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia (Studi ITB, 2023). Grab berkontribusi setengah dari PDB industri (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari seluruh ekosistem layanan Grab.
- Menjangkau 1 dari 4 Orang Indonesia: 1 dari 4 orang Indonesia menggunakan layanan industri ride-hailing dan pengantaran daring, baik sebagai konsumen maupun mitra (Studi ITB, 2023), menunjukkan peran Grab dalam nadi kehidupan sehari-hari masyarakat.
- Transformasi Sosial & Peluang Penghasilan: Lebih dari 50% mitra pengemudi Grab sebelumnya menganggur; kini mereka memiliki penghasilan dan akses pelatihan keterampilan serta literasi digital dan keuangan.
- Dukung UMKM dan Ciptakan Lapangan Kerja: Sejak 2020, Grab telah mendorong terciptanya 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM. Di kota seperti Jayapura dan Kupang, 50% merchant Grab adalah wirausahawan baru.
Lihat Juga :